Berdasarkan pantauan di Markas Besar Polri, Jakarta, terlihat ada setidaknya tiga orang anggota Polisi Militer yang memasuki gedung Bareskrim. Namun mereka belum mengeluarkan komentar apapun kepada pewarta.
Ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya membenarkan. "Betul, anggota POM tersebut menunggu dan minta konfirmasi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
M ditangkap di parkiran Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur.
M mengakui mendapatkan uang palsu itu dari tersangka A yang ada juga di tempat kejadian perkara. Setelah diperiksa, diketahui A adalah anggota TNI.
"Selanjutnya diserahkan kepada POM TNI. Untuk saudara M masih dalam proses penyidikan Subdit Uang Palsu Bareskrim untuk dikembangkan," kata Agung.
Berdasarkan informasi, tersangka A adalah anggota TNI berpangkat Kolonel. Namun Agung tidak memastikan hal tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Sabrar Fadhillah, mengatakan kolonel terduga pengedar uang palsu itu akan diperiksa polisi militer.
"Yang dua warga sipil diserahkan ke polisi," ucapnya seperti dilansir Detikcom. (abm)