NasDem Manfaatkan Ramadan untuk Silaturahmi Politik

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 10/06/2016 06:19 WIB
Sejumlah tokoh nasional hadir pada acara buka puasa bersama yang digelar Partai NasDem, dari mulai kepala negara hingga politikus. Berbagai tokoh nasional hadir pada acara buka puasa bersama yang digelar Partai NasDem pekan ini: pasangan kepala negara hingga politikus. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai NasDem ingin memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan hubungan politik dengan sejumlah tokoh nasional‎. Langkah itu ditempuh NasDem dengan menggelar acara buka puasa bersama sejak awal pekan ini.

‎"Iya bisa dibilang demikian," kata Ketua Bidang Hukum DPP Partai NasDem, Taufik Basari, di kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berkata tidak mau melewatkan Ramadan hanya seorang diri. Namun menampik membicarakan persoalan politik dengan para tokoh nasional yang menghadiri acara buka puasa bersama di kantornya.
Selasa (7/9), NasDem mengadakan buka puasa bersama dengan anak yatim piatu di kantor pusat mereka. Ketika itu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir dan berbicara kepada publik.


Serupa Surya, Jokowi saat itu menyatakan tidak menyinggung urusan politik dengan petinggi NasDem. "Tadi di dalam berbicara masalah mie aceh, martabak medan, dan soto bangkong," ucapnya.

Tak hanya Jokowi dan Kalla, beberapa anggota Kabinet Kerja turut mendatangi acara buka puasa bersama yang diadakan NasDem. Mereka antara lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Jaksa Agung Prasetyo dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Kamis petang kemarin, pada acara serupa, hadir Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam Alwi Shihab, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jan Darmadi. (abm/abm)