Sejumlah pejabat penting pemerintahan, seperti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta mantan petinggi negara menghadiri peluncuran buku yang digelar di kawasan bisnis Jakarta Selatan tersebut.
Usai peluncuran buku Kalla mengungkapkan rasa hormatnya kepada Sidarto. Kalla berkata, Soekarno memilih Sidarto menjadi ajudan atas dasar latar belakang pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran buku Sidarto dimulai dengan bedah buku yang dilakukan tiga akademisi, yakni pengamat politik Yudi Latif, peneliti senior Center for Strategic and International Studies Joseph Kristiadi dan peneliti Imparsial Al Araf.
Sejumlah petinggi negara lain yang turut datang ke acara itu adalah Seskab Pramono Anung, Mendikbud Anies Baswedan, Menkumham Yasonna Laoly, MenPANRB Yuddy Chrisnandi serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Sebelumnya, Sidarto menyebut buku otobiografinya tersebut sebagai kegundahan atas berbagai persoalan yang menjerat Indonesia. "Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus tertantang untuk mengatasi permasalahan-permasalahan itu," ucapnya.
Sidarto pensiun dari Polri tahun 1991. Jabatan terakhir yang disandangnya di Korps Bhayangkara adalah Kapolda Jawa Barat.
Di era reformasi, tepatnya tahun 1999, ia terpilih menjadi anggota DPR. Posisi itu didudukinya hingga tahun 2014 silam. Pada 2013, ia didapuk menjadi Ketua MPR, menggantikan kolega partainya, Taufiq Kiemas, yang wafat. (abm)