"Tahapan sudah kami lakukan, mengimbau, mengomunikasikan agar unjuk rasa dilakukan minggu depan, kami lakukan pengamanan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (13/6).
Menurutnya, setelah polisi melakukan tahapan-tahapan tersebut, ternyata malah ada masyarakat yang memrovokasi sehingga ada serangan terhadap petugas. Brigadir Kepala Syafrizal yang terkena bacok, hingga kini masih dirawat di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta masyarakat untuk memahami, tidak semua tindakan tegas Polri harus berujung pada sanksi. "Selama dilakukan sesuai SOP, sesuai protap, Undang-Undang melindungi itu."
"Saat ini terdata lima orang yang tertembak, seorang diantaranya kritis. Korban yang kritis sedang dalam perjalanan ke RSUD M Yunus, Bengkulu," kata Niko, seorang pengunjuk rasa, seperti dilansir dari Antara.
Niko mengatakan warga berunjuk rasa di areal pertambangan batu bara milik PT Citra Buana Seraya di Desa Lubuk Unen Kecamatan Merigi Kelindang pada Sabtu (11/6) sejak pukul 10.00 WIB.
Sebanyak 500 warga dari sejumlah desa, antara lain Desa Lubuk Unen, Desa Susup, dan Desa Komring berupaya memasuki kompleks pertambangan dengan niat menutup aktivitas pertambangan tersebut.