Bukan hanya itu, pangkat Tito sebagai penyandang bintang tiga pun hanya dia rasakan selama tiga bulan mulai 16 Maret 2016, jika dia kelak resmi menjabat Kapolri. Namun, Tito bukan perwira tinggi pertama yang menjadikan pangkat bintang tiga sebagai persinggahan sementara sebelum menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Sebelum Tito, ada Jenderal Timur Pradopo yang melesat sebagai Kapolri dalam waktu singkat. Timur menjadi Kapolda Metro Jaya setelah terbit Telegram Rahasia Kapolri tertanggal 8 Juni 2010. Timur resmi menjabat Kapolda Metro Jaya pada 18 Juni-7 Oktober 2010 atau hanya empat bulan, sebelum dipromosikan menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendahulu Tito yang sudah melakukannya yaitu Badrodin Haiti yang merengkuh penghargaan itu tahun 1982 dan Jenderal (Purn) Sutanto yang menjabat Kapolri periode 22 Oktober 2009-19 Oktober 2011 juga meraih Adhi Makayasa tahun 1973.
Nama Tito sebenarnya sudah digadang-gadang untuk menjadi Kapolri setelah kontroversi pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan untuk menjadi calon tunggal Kapolri dibatalkan setelah ditetapkan tersangka. Tito adalah satu dari empat nama jenderal berbintang dua yang namanya mencuat selain Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, Irjen Mochamma Iriawan, dan Irjen Anas Yusuf. (rdk/rdk)