"Ya minimal doa gue manjur juga gitu," kata Ahok setelah peresmian Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan berbuka bersama dengan warga Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/6).
Ahok yang mengaku berteman baik dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini, menilai Tito sebagai polisi yang cepat dan cerdas. Ahok juga memuji gelar Ph.D yang dimiliki Tito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok berharap dengan usia Tito yang masih muda sebagai Kapolri dapat memperpanjang reformasi di kepolisian. Menurutnya, selama ini jabatan Kapolri hanya berlangsung pendek.
"Pak BG juga bagus. Tapi Pak BG tinggal satu atau dua tahun lagi," ujar Ahok.
Saat ini, Tito masih berusia 51 tahun, itu artinya ia masih memiliki waktu tujuh tahun menjelang pensiun untuk menjabat sebagai Kapolri.
Meski mengaku dekat dengan calok Kapolri ini, Ahok mengatakan, tak ada hubungannya dengan kondisi politik saat ini. Ditenggarai dengan tak dipilihnya BG menyebut PDI Perjuangan tak bakal mendukung Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 mendatang.
"Tidak, jangan ngaco ah. Enggak ada hubungan kok. Nanti dibalik lagi, PDIP dukung Ahok gara-gara Tito jadi Kapolri. Salah lagi," kata Ahok.
Ahok menginginkan dibawah kepemimpinan Tito, kepolisian dapat semakin baik dan aman.
Presiden Joko Widodo Tito sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Surat permohonan tersebut disampaikan ke DPR RI per hari ini, Rabu, 15 Juni 2016. (pit)