Mereka adalah Ahmad Musadeq, pendiri Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad yang merupakan cikal bakal Gafatar, dan Ketua Umum Gafatar Mahful Muis Tumanurung.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto mengatakan masa penahanan akan diperpanjang 40 hari guna melengkapi penyidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perpanjangan masa penahanan 40 hari, dikatakan oleh Agus, berdasarkan dari mekanisme kepolisian dan kejaksaan.
Penahanan ketiga pentolan Gafatar tersebut dilakukan setelah Bareskrim Polri menerima laporan masyarakat pada 14 Januari lalu.
Pelapor, Muhammad Tahir Mahmud, mengadukan perbuatan ketiga tahanan yang dianggap menistakan agama. Kemudian polisi melakukan penangkapan pada Kamis (26/5).
Selain menistakan agama, Mahful dan Andi juga diduga telah bermufakat untuk melakukan makar di Indonesia. Mereka diduga melanggar Pasal 110 ayat 1 junto Pasal 107 ayat 1 dan 2 KUHP.
"Dokumen-dokumen, kitab-kitab. Dia (Gafatar) kan menyatukan kitab Alquran, Injil, dan Yahudi. Kemudian ada brosur, selebaran tentang kegiatan organisasi mereka. Struktur organisasi sudah kami cek juga," kata Agus, Kamis (26/5).
Gafatar telah dilarang di Indonesia setelah Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 93 Tahun 2016, Nomor KEP-043/A/JA/02/2016, dan Nomor 233-865 Tahun 2016 tentang Perintah dan Peringatan kepada Mantan Pengurus, Mantan Anggota, Pengikut, dan/atau Simpatisan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara atau Dalam Bentuk Lainnya untuk Menghentikan Penyebaran Kegiatan Keagamaan yang Menyimpang dari Ajaran Pokok Agama Islam. SKB tersebut dikeluarkan pada 24 Maret. (rel)