Kala Pasukan Anjing Pelacak K9 Pukau Jokowi

Resty Armenia, CNN Indonesia | Minggu, 26/06/2016 15:38 WIB
Pasukan K9 yang dibentuk BNN di antaranya herder (German Shepherd), beagle, Belgian Malinois. Sejauh ini, BNN telah memiliki 50 anggota pasukan K9. Anjing pelacak dari unit K-9. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 10 anggota "pasukan" unit K9 (canine, anjing) milik Badan Narkotika Nasional berhasil menyita perhatian Presiden Joko Widodo saat unjuk kebolehan melacak narkotik.

Dalam acara Puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang digelar di Lapangan Cengkeh, Kota Tua, Jakarta, Ahad (26/6), kesepuluh anjing tersebut secara resmi diperkenalkan oleh BNN kepada sang kepala negara.

Pasukan K9 yang dibentuk BNN terdiri dari berbagai jenis anjing, di antaranya herder (German Shepherd), beagle, Belgian Malinois, dan lain-lain. Sejauh ini, BNN telah memiliki 50 anggota pasukan K9.


Seekor herder bernama Leica ditunjuk sebagai penampil atraksi pertama. Ia berjalan didampingi seorang pelatih menuju ke tengah area pertunjukan. Di depannya telah berjajar lima koper berukuran sedang dengan lima warna berbeda. Di dalam salah satu dari lima koper tersebut sebelumnya telah disembunyikan sebungkus narkotik jenis sabu.

Leica akhirnya mengelilingi satu per satu kelima koper tersebut. Koper pertama hingga ketiga dilewatinya dengan berjalan biasa. Namun, ketika sampai di koper keempat, Leica berhenti, lalu menggonggong dan menggaruk-garukkan kakinya di atas koper tersebut.

Salah seorang petugas membuka koper tersebut dan menemukan sekantong sabu. Leica pun diberi hadiah berupa bola berwarna merah dan makanan.

Jokowi melihat atraksi tersebut dengan seksama. Ketika Leica berhasil menemukan koper berisi sekantong sabu, ia terpukau dan bertepuk tangan. Begitu pula Ibu Negara Iriana Widodo yang duduk di sampingnya.

Lady, seekor beagle berlari menuju tengah area atraksi di mana terdapat lima kotak kayu tertutup rapat dengan sebuah lubang kecil di atasnya dijajarkan. Di salah satu dari kelima kotak tersebut terdapat satu plastik narkotik yang disembunyikan.

Dengan tangkas Lady, didampingi pelatihnya, mengelilingi satu demi satu kotak tersebut. Anjing yang sebelumnya adalah binatang peliharaan itu akhirnya berhenti dan mencakar-cakar peti kayu keempat yang, ketika diperiksa, di dalamnya tersimpan kantong berisi bubuk obat-obatan terlarang.

Senyuman kembali terkembang dari bibir Jokowi. Seraya bertepuk tangan, ia menggumamkan pujian kepada Lady atas ketangkasan yang ditampilkan anjing tersebut. Lady pun diberi hadiah yang sama dengan Leica oleh pelatihnya.

Atraksi terakhir ditunjukkan oleh Tina, seekor anjing jenis Belgian Malinois berbulu hitam. Tina memiliki kemampuan khusus, yakni mengendus narkotik di tengah kerumunan banyak orang.

Tina diberi tugas untuk mencari plastik kecil berisi bubuk narkotik yang disembunyikan di dalam kantong celana salah satu dari lima staf BNN yang berjajar di area atraksi. Dengan sigap Tina berjalan sembari mengendus-endus menuju satu per satu staf BNN itu.

Berbeda dengan kedua anjing sebelumnya, Tina seketika berhenti, kemudian duduk seraya mengibaskan ekornya tepat di hadapan staf BNN di barisan ke-4. Ketika digeledah, di dalam kantong celana sebelah kiri staf tersebut ditemukan plastik berisi narkotik.

"Tina memang dilatih untuk memberikan respons pasif ketika menemukan target agar tidak melukai orang yang membawa narkotik," ujar salah seorang staf BNN.

Jokowi nampak sangat terkesan dengan kemampuan khusus Tina. Apalagi, Tina benar-benar terlihat tenang dalam menjalankan tugasnya itu.

Setelah penampilan Tina, kesepuluh pasukan unit K9 bersama masing-masing pelatihnya akhirnya berbaris di hadapan Presiden. Pasukan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari Jokowi dan hadirin yang juga terpukau atas atraksi yang baru saja ditampilkan.

Jokowi lantas beranjak dari tempat duduknya menuju berbagai booth pameran yang digelar oleh deputi-deputi yang berada di bawah naungan BNN. Ia juga mengunjungi area di mana warga setempat mendapatkan pengobatan gratis. (rdk/rdk)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK