"Kondisinya (sandera) baik," kata Luhut saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/6).
Luhut mengatakan saat ini Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu sedang berada di Filipina untuk membicarakan masalah penyanderaan WNI dengan Menteri Pertahanan Filipina. Kepada Luhut, Ryamizard menyatakan adanya perkembangan positif dari upaya pembebasan sandera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain upaya pembebasan sandera, kata Luhut, Menhan juga membicarakan rencana penguatan kerjasama antara kedua negara dalam bidang pertahanan dan keamanan. "Akan ada bentuk kerjasama antara TNI dengan angkatan perang Filipina," kata Luhut.
Hari itu pula Ryamizard menyatakan siap berangkat ke Filipina. Dia mengatakan, kerjasama bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Filipina belum berjalan dengan baik. Meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan antar negara.
Sebelum kejadian penyanderaan, Ryamizard telah menemui Menteri Pertahanan Philipina Gazmin T. Voltaire untuk membahas kerja sama pertahanan. Dalam kunjungan tersebut, Ryamizard bermaksud meningkatkan kembali kerja sama trilateral antara Malaysia, Filipina, dan Indonesia, untuk menghentikan kejahatan di laut.
"Tapi ini kan baru disepakati, belum ditentukan protap dan latihannya. Kalau sudah, seharusnya tidak terjadi, saya baru pulang dua hari (dari Filipina), sudah kejadian (penyanderaan)," kata Ryamizard, Jumat pekan lalu.
(yul)