Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku Badan POM belum menyerahkan laporan tersebut. Hingga saat ini, ia mengaku belum bisa menyebutkan nama sarana faskes apa saja yang diduga kuat menggunakan vaksin palsu.
"Saya belum menerima laporan dari Badan POM hari ini," ujarnya di Klinik M Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Plt Kepala Badan POM Tengku Bahdar Halim Jonan mengatakan telah melakukan conference call dengan 32 Badan POM di seluruh Indonesia. Dari hasil penelusuran tersebut disinyalir terdapat 40 sarana faskes yang membeli vaksin impor secara ilegal.
Dari temuan tersebut, Bahdar mengatakan sekitar 40 sarana faskes tersebut terdiri dari rumah sakit swasta, klinik, rumah bersalin, bidan dan rumah sakit ibu dan anak. Sejumlah tempat ini diduga menggunakan vaksin impor palsu.
Badan POM mengklaim akan memberikan data yang berkisar pada 40 sarana faskes di seluruh Indonesia kepada Kemenkes, Kamis (30/6). (pit)