Kelompok Shibghotollah yang berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini ditangkap Densus 88 Antiteror, dikabarkan menjadikan kepolisian sebagai berencana menyerang Kepolisian karena melakukan pemberantasan terorisme.
Mereka disebut terinspirasi gerakan terdahulu yang dilakukan Muhammad Shibghotullah. Kini dia sudah dipenjara karena ditangkap saat hendak bergabung dengan ISIS di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah diketahui dari penangkapan di Surabaya, bukan kecolongan. Ini hasil pengembangan dari penangkapan Surabaya yang disisir oleh polisi, Densus 88," kata Wawan.
Lihat juga:Kronologi Ledakan Bom di Mapolresta Solo |
Berdasarkan informasi, penangkapan pertama dilakukan 12.05 WIB di Jalan Raya Gresik. Tersangka berinisial J diamankan bersama barang bukti satu senjata airgun dan sejumlah uang dalam ransel.
Sementara penangkapan kedua dilakukan 12.32 WIB di Kecamatan Tambak Sari. Setelah menangkap tersangka berinisial P, petugas menggeledah kediamannya dan menemukan senjata api laras panjang, pistol rakitan dan dua buah bom rakitan.
"Sudah kami tetapkan empat sebagai tersangka. Sekarang sudah dilakukan penahanan yang terakhir, itu namanya Ali alias Abah," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (15/6).
Dia mengatakan Ali diduga berperan dalam membantu membuat bahan peledak bersama tiga orang rekannya. Selain itu, dia juga mengakomodir tempat pembuatan bahan peledak itu. (pit)