Libur Lebaran, Sampah Berserakan di Kebun Binatang Ragunan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 08/07/2016 07:43 WIB
Libur Lebaran, Sampah Berserakan di Kebun Binatang Ragunan Pengunjung tak patuhi perda yang memuat ancaman denda Rp500 ribu bagi pembuang sampah sembarangan. 50 bak sampah yang tersedia tak dimanfaatkan secara efektif. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan ribu pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, meninggalkan banyak sampah, Kamis (7/7). Sampah berserakan di jalan, parit dan halaman kebun binatang.

Juru bicara Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang, mengklaim telah berulang kali mensosialisasikan kewajiban pengunjung membuang sampah pada bak yang ada.

Namun, kata dia, lembaganya sulit menumbuhkan kesadaran pengunjung atas peraturan yang tertuang pada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Jakarta.


Perda mengancam setiap individu yang membuang sampah sembarang dengan denda sebesar Rp 500 ribu.

"Kami terus sosialisasi pada pengunjung untuk menjaga kebersihan tapi memang tak mudah," ujarnya petang tadi.
Saat musim libur seperti pekan ini, Bambang berkata, petugasnya mengangkut sampah yang volumenya setara dengan 20 bak truk.

Seorang petugas kebersihan Ragunan, Naman Ibrahim (47), mengeluhkan kepedulian pengunjung yang minim atas kebersihan lingkungan di kebun binatang. Padahal, kata dia, pengelola telah menyediakan 50 bak sampah.

Dari sekian banyak jenis sampah, menurut Naman, tissue merupakan sampah yang paling sulit dibersihkan. Karena mudah hancur, tissue kerap menempel di tanah dan rumput.

"Masalah kebersihan lingkungan sudah disiarkan ke pengunjung, tapi mereka tetap saja buang sampah sembarangan," ucapnya.

Menurut catatan, jumlah pengunjung Kebun Binantang Ragunan mencapai lebih dari 100 ribu orang. Angka itu meningkat delapan kali lipat dibandingkan satu hari sebelumnya. Sebanyak 1.576 sepeda motor, 3.704 mobil dan 67 bus masuk ke area parkir kebun binatang tersebut.

Hari ini, pengelola memperkirakan, kunjungan ke kebun binatang itu akan tetap tinggi. "Jumlahnya diprediksi akan terus bertambah, puncak keramaian biasanya pada hari kedua dan hari ketiga Lebaran" ujar Wahyudi.
(abm/abm)