Juru bicara Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang, mengklaim telah berulang kali mensosialisasikan kewajiban pengunjung membuang sampah pada bak yang ada.
Namun, kata dia, lembaganya sulit menumbuhkan kesadaran pengunjung atas peraturan yang tertuang pada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus sosialisasi pada pengunjung untuk menjaga kebersihan tapi memang tak mudah," ujarnya petang tadi.
Lihat juga:Senyum Lebaran di Ragunan |
Dari sekian banyak jenis sampah, menurut Naman, tissue merupakan sampah yang paling sulit dibersihkan. Karena mudah hancur, tissue kerap menempel di tanah dan rumput.
"Masalah kebersihan lingkungan sudah disiarkan ke pengunjung, tapi mereka tetap saja buang sampah sembarangan," ucapnya.
Menurut catatan, jumlah pengunjung Kebun Binantang Ragunan mencapai lebih dari 100 ribu orang. Angka itu meningkat delapan kali lipat dibandingkan satu hari sebelumnya. Sebanyak 1.576 sepeda motor, 3.704 mobil dan 67 bus masuk ke area parkir kebun binatang tersebut.
Hari ini, pengelola memperkirakan, kunjungan ke kebun binatang itu akan tetap tinggi. "Jumlahnya diprediksi akan terus bertambah, puncak keramaian biasanya pada hari kedua dan hari ketiga Lebaran" ujar Wahyudi.
Lihat juga:Bonbin Ragunan, Wisata Favorit Keluarga |