Libur Akhir Pekan di Puncak, Wisatawan Diimbau Berangkat Pagi

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 08/07/2016 16:23 WIB
Pada pagi hari rekayasa lalu lintas diberlakukan satu arah menuju Puncak; siang hingga malam arus diprioritaskan untuk kendaraan keluar Puncak. Suasana kemacetan arus mudik di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/7). (Antara Foto/ Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kabupaten, Jawa Barat AKP Bramastyo Priadji mengimbau masyarakat yang ingin berwisata atau melintas ke jalur Puncak pada libur Lebaran untuk berangkat lebih awal pada pagi hari.

"Yang mau ke Puncak, silakan berangkat lebih awal, pagi hari setelah subuh. Tidak disarankan berangkat lewat dari jam 11.00," kata Bramastyo seperti diberitakan Antara, Jumat (8/7).

Menurut Bramastyo, pagi hari arus lalu lintas di jalur Puncak relatif normal dapat dilalui dua arah. Tapi jika sudah jam 09.00 WIB, petugas akan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah naik menunju Puncak.


"Pagi hari kita berlakukan satu arah, dengan prioritas kendaraan naik ke Puncak," katanya.

Sedangkan pada siang hari, lanjutnya, rekayasa lalu lintas 'one way' diprioritaskan untuk arus turun yakni dari arah Cianjur menuju Jakarta. Sehingga kendaraan dari arah Jakarta yang ingin ke Puncak ditahan sampai pukul 21.00 WIB.

"Sore sampai malam kita prioritaskan untuk kendaraan turun," katanya.

Memasuk hari ketiga libur lebaran, arus lalu lintas jalur Puncak masih terpantau padat. Petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah menuju Jakarta lebih awal dari biasanya yakni pukul 14.00 WIB.

Sejumlah kendaraan dari arah Bogor maupun Jakarta yang tertahan di ruas jalan alternatif dan Jl Raya Gadog-Ciawi terlihat mengantre, tapi ada juga yang memilih berputar arah mengikuti saran para joki jalur alternatif.

Hampir setiap libur besar keagamaan maupun akhir pekan lalu lintas jalur Puncak kerap padat merayap. Antrean kendaraan di jalur puncak terjadi karena ruas jalan tak mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas.

Puncak menjadi magnet destinasi wisata bagi masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya karena menawarkan pemandangan alam perbukitan dan kebun teh yang luas. Sejumlah tempat wisata pun bercokol di sana.

Selain untuk berwisata, ada juga yang menginap di vilanya masing-masing, terutama warga Jakarta yang ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga.

"Selain untuk berwisata, untuk menginap, jalur Puncak juga dilintasi para pemudik yang hendak ke jalur Selatan, kebanyakan pemudik sepeda motor," kata Bramastyo.

Tercatat volumenya kendaraan yang bergerak dari gerbang tol Ciawi baik menuju Puncak maupun Sukabumi mulai dari H-7 hingga Hari Raya Idul Fitri rata-rata mencapai 25 ribu unit kendaraan.

Sementara pada hari H Lebaran jumlah kendaraan yang keluar gerbang Tol Ciawi mencapai 34.798 unit kendaraan. (gil/gil)