Jalur Puncak Macet Total, Akses dari Cianjur Ditutup

Suriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 06/05/2016 17:23 WIB
Kemacetan di Puncak mencapai belasan kilometer. Pengguna jalan diarahkan menggunakan jalur alternatif Jonggol - Sukabumi. Jalur puncak dari Cianjur ditutup karena panjangnya kemacetan di jalur Puncak - Cipanas.(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menutup jalur menuju Puncak-Cipanas dari arah Cianjur. Penutupan dilakukan mulai dari perempatan Loktian, Cianjur untuk menghindari semakin parahnya kemacetan di jalur Puncak. Pengguna jalan diarahkan untuk jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi.

Kepala Bagian Operasi Polres Cianjur Komisaris Hilman mengatakan, jumlah kendaraan terus bertambah sehingga kemacetan di jalur Puncak-Cipanas tak terhindarkan.

Jalur yang ditutup mulai dari Pos 8 Cepu Cianjur atau lebih dikenal dengan perempatan Loktian-By Pass, dimana pengendara dengan tujuan Bogor, Jakarta dan seterusnya diarahkan ke jalur Jonggol dan Sukabumi. Menurut Hilman, Jalur Puncak-Cipanas saat ini macet total dengan panjang antrean mencapai belasan kilometer.


"Untuk menghindari macet total yang terus memanjang di Jalur Puncak-Cipanas, kami menutup jalur menuju Puncak-Cipanas, mulai dari pos 8 Cepu di By Pass, selama dua jam," kata Hilman.

Polisi memperkirakan hingga malam jalur Puncak akan terus padat karena terus bertambahnya volume kendaraan hingga Sabtu malam. Karena itu meski nanti jalur sudah dibuka, pegguna jalan tetap diimbau tetap menggunakan jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi.

Penutupan diakui Hilman bersifat situasional yakni saat panjang antrean kendaraan melebihi 4 kilometer.

Sepanjang hari ini, polisi telah dua kali melakukan sistem buka tutup satu arah menuju Bogor, mulai dari Jalan Raya Pasekon, hingga pintu tol Gadog-Ciawi.

"Meskipun sudah dua kali melakukan sistem satu arah dan melakukan sejumlah rekayasa arus, tidak dapat menghindari kemacetan di jalur Puncak-Cipanas," katanya.

Pantauan di sejumlah jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi, volume kendaraan yang melintas terus bertambah, bahkan di sejumlah titik rawan macet di kedua jalur tersebut laju kendaraan tersendat meskipun tidak menyebabkan antrean panjang. (Antara/sur)