Hal pertama yang dibebankan Jokowi pada Tito adalah masalah kekompakan dan persatuan di internal Polri. Menurut Jokowi persatuan, kekompakan, dan soliditas Polri akan membuat Korps Bhayangkara memiliki pondasi yang kuat.
"Polri akan memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan tugas yang diberikan negara," kata Jokowi.
Lihat juga:Megawati Hadiri Pelantikan Tito Karnavian |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin reformasi Polri betul-betul konkret," kata Presiden.
Proses pelantikan Tito dilakukan di Istana Negara sekitar pukul 14.00 WIB dan dihadiri juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta pejabat lembaga tinggi negara, pejabat kementerian, dan pejabat lembaga setingkat menteri. Di antaranya yang hadir adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tiga pimpinan KPK: Agus Rahardjo, Basaria Pandjaitan, dan Saut Situmorang, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, hingga Kepala BIN Sutiyoso.
Prosesi pelantikan Tito juga dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
Keputusan pengangkatan Tito sebagai Kapolri tertera dalam Keputusan Presiden No. 48 tahun 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri.
Sementara untuk Badrodin Haiti, dirinya belum dinyatakan purnatugas karena masa pensiunnya baru akan berakhir pada 31 Juli 2016 mendatang, tepatnya saat sang jenderal menginjak usia 58 tahun. (wis)