Hari pertama tahun ajaran baru SDN Bangka 01 Pagi diawali dengan upacara pengibaran bendera. Kepala Sekolah Rahman Tamin menyatakan rasa terima kasih kepada orang tua murid yang hadir secara langsung mendampingi anak-anak mereka.
“Pendampingan orang tua sangat penting, khususnya di hari pertama anak bersekolah guna memberikan rasa nyaman dan aman,” katanya saat memberikan pidato dalam upacara, Senin (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahman menuturkan seluruh pihak sekolah baik itu guru dan siswanya harus bisa menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah. Hal ini, tuturnya, guna menciptakan suasana belajar dan gotong royong yang optimal.
Setelah upacara selesai, para guru beserta seluruh murid dan orang tua SDN Bangka 01 Pagi berkumpul dan saling bersalaman. Rahman menyatakan kegiatan halal bi halal itu rutin dilakukan, demikian pula pertemuan singkat setelahnya.
Menurut Ninis Widyaningsih, salah satu orang tua murid yang hadir di SDN Bangka 01 Pagi, dirinya rutin mendampingi anaknya sejak masuk ke sekolah tersebut. Saat ini, anaknya sudah berada di Kelas 5.
"Saya dan suami memang rutin antarkan anak di hari pertama sekolah. Sekarang anak kami sudah kelas 5. Selain mendampingi anak, hari pertama juga jadi momen bertemu orang tua murid lainnya," kata Ninis.
Terpisah, Sugiharto Budiman juga turut berbagi momennya untuk mengantarkan anaknya yang baru masuk ke SD Islam Terpadu Al Azhar, Kota Bogor.
Menurut Sugi, mendampingi anak di hari pertama sekolah itu patut dilakukan orang tua dan bukan semata-mata karena adanya anjuran dari kementerian saja. Sugi menuturkan hari pertama anak sekolah merupakan hari pertama anak bertemu dan mengenal lingkungan baru di luar lingkungan keluarga.
"Saya mengantarkan anak di hari pertama dia sekolah ya karena sayang dengan anak. Hari ini benar-benar hari sekolah pertama dia. Jadi anak akan bertemu lingkungan, kawan, guru, dan banyak hal baru lainnya," tutur Sugi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan hari pertama sekolah menjadi kesempatan membentuk interaksi antara orangtua dengan guru. “Kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah,” kata Anies.