"MIT harus tetap eksis agar terus didukung ISIS di luar. Karena saat Santoso masih hidup, MIT dideklarasikan sebagai perwakilan ISIS di Indonesia", ungkap Nasir seusai acara sebuah diskusi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MIT dapat dukungan logistik, dana dan senjata serta personel dari ISIS. Itu ada orang suku Uighur di sana kan yang mengirim ISIS," tambah Nasir.
Keberadaan MIT sendiri diyakini masih berbasis di daerah Poso, Sulawesi Tengah, seiring Poso merupakan kamp pelatihan mereka yang tercipta dari daerah konflik horizontal.
(obs)