Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan Alasan Jokowi Reshuffle

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 11:47 WIB
Presiden Joko Widodo merombak Kabinet Kerja guna menghadapi tantangan yang tidak ringan, seperti memberantas kemiskinan, kesenjangan ekonomi dan wilayah. Presiden Joko Widodo merombak Kabinet Kerja guna menghadapi tantangan yang tidak ringan, seperti memberantas kemiskinan, kesenjangan ekonomi dan wilayah. (Detikcom/Ray Jordan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo merombak Kabinet Kerja kali kedua. Perombakan kali ini berbeda dengan yang pertama. Tahun lalu, Jokowi banyak memasukkan nama baru dalam kabinet. Kali ini, sejumlah menteri hanya bertukar posisi dengan yang lainnya.

Perombakan di 13 posisi ini dilakukan demi menghadapi tantangan Indonesia yang tidak ringan, seperti memberantas kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi dan kesenjangan wilayah.

"Saya selalu ingin berusaha maksimal agar kabinet bekerja lebih efektif dan solid mendukung sehingga hasil nyata dalam tempo yang cepat. Sehingga saya dan Pak Wakil Presiden memutuskan merombak kabinet kedua," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (27/7).
Mereka yang tukar guling ialah Luhut Panjaitan yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, kini menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Posisi Menko Polhukam kini diisi Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.


Bambang Brodjonegoro menjadi Kepala Bappenas menggantikan Sofyan Djalil yang kini menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang menggantikan Politikus Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan.

Thomas Lembong menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggantikan Franky Sibarani.

Sementara itu, nama-nama baru yang masuk Kabinet Kerja adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (NasDem), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi Asman Abnur (PAN), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Golkar).

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Desa Eko Putro (PKB), Menteri ESDM Chandra Tahar, Menteri Pendidikan Prof Muhajir (Muhamadiyah).

Jokowi menuturkan, para menteri baru ini langsung mengikuti sidang kabinet yang akan dilakukan pukul 15.00 WIB. (rel/rel)