Golkar: Airlangga Sangat Cocok Jadi Menteri Perindustrian

bas, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 13:20 WIB
Golkar: Airlangga Sangat Cocok Jadi Menteri Perindustrian Politisi Golkar Ade Komarudin (kiri) dan Airlangga Hartarto (kanan) saat pengambilan nomor urut dalam pemilihan Ketum Golkar, Sabtu, 7 Mei 2016. Airlangga dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Perindustrian dalam perombakan kabinet, Rabu (27/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng menyatakan Airlangga Hartarto sangat pantas dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai menteri karena memiliki banyak kemampuan.

Menurut Melchias, Airlangga menguasi bidang perekonomian, termasuk perindustrian sehingga sangat pas jika dipilih menjadi menteri perindustrian.

“Pak Airlangga sangat cocok, kapasitasnya, kapabilitasnya, kompetensinya, kemampuannya, dan lain-lainnya (untuk menjadi menteri),” kata Melchias kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5), menanggapi dipilihnya Airlangga oleh Jokowi sebagai menperin dalam reshuffle kedua Kabinet Kerja.


Mantan ketua tim sukses Airlangga saat pemilihan ketua umum Partai Golkar di Bali itu mengatakan dipilihnya seseorang menjadi menteri harus benar-benar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang tersebut.

“Dipilihnya Pak Airlangga maka sesuai dengan moto the rihgt man on the right place, dan hal itu sangat penting,” tutur Melchias.

Melchias menuturkan, partainya sangat mengapresiasi ditunjuknya Airlangga oleh Presiden Jokowi. Menurut dia, kader Golkar memang banyak yang layak untuk duduk menjadi menteri. “Di semua bidang,” ucap anggota DPR Komisi XI ini.

Presiden Jokowi merombak 13 kementerian dalam reshuffle jilid II hari ini (27/7). Sejumlah nama baru masuk dan ada beberapa nama yang bergeser dari pos kementeriannya semula.

Airlangga termasuk nama baru bersama delapan orang lainnya yaitu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Eko Putro S, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Chandra Tahar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

(obs/obs)