Keharuan Warnai Perpisahan Anies Baswedan di Kemdikbud

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 20:45 WIB
Keharuan Warnai Perpisahan Anies Baswedan di Kemdikbud Serah terima jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dari Anies Baswedan kepada Muhadjir Effendy digelar di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Sertijab ini dihadiri puluhan PNS Kemendikbud. (Detikcom/Lamhot Aritonang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aula utama Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlihat ramai dipenuhi pegawai kementerian pada Rabu sore (27/7). Pejabat Eselon I, II, dan para staff kementerian terlihat memenuhi aula tersebut.

Para pegawai kementerian berkumpul, duduk secara lesehan di aula gedung untuk menghadiri acara perpisahan Anies Baswedan yang sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies dibebastugaskan Presiden Joko Widodo terhitung hari ini, ketika Presiden secara resmi melantik Muhadjir Effendy sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pengganti Anies pada perombakan Kabinet Kerja Jilid II.


Anies datang bersama ibunda, istri, beserta keempat anaknya ke pelataran aula sekitar pukul 15.45 WIB. Raut wajah anak pertama Anies, Mutiara Annisa Baswedan dan istri, Fery Farhati Ganis Baswedan terlihat sendu terharu sore itu.

Mereka mengantar Anies menyampaikan pidato perpisahan kepada seluruh jajaran kementerian yang hadir.

Kurang lebih 20 bulan Anies menjabat sebagai menteri. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah karena telah memberikan kesempatan untuk mengabdikan diri turut membangun pendidikan Indonesia.

"Selama 20 bulan di sini terasa sangat mengesankan. Saya merasa bukan hanya berinteraksi antar pekerjaan tapi lebih kepada keluarga besar," ujar Anies.

Anies menyatakan, walaupun dirinya tidak lagi menjabat menteri, tugasnya untuk menggiring pendidikan Indonesia menjadi lebih baik masih berlanjut.

Menurutnya, tugas mengembangkan pendidikan Indonesia tidak hanya dan harus dimulai dari lingkaran pemerintahan. Dia mengaku akan terus berupaya mendukung pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia melalui karya dan upaya di luar pemerintahan.

Anies menyatakan, tugasnya sebagai menteri hanyalah tugas kepada Presiden dan konstitusi negara. Tetapi sebagai pendidik, tidak akan pernah selesai meski tidak lagi menjabat menteri.

Anies juga sempat berpesan kepada seluruh jajaran untuk mendukung dan membantu menteri pendidikan yang baru, Muhadjir Effendy, dalam menjalankan dan melanjutkan program kementerian. "Menteri boleh datang dan pergi tapi pendidikan dan budaya harus jalan terus," kata Anies.

Staff kementerian merasa kehilangan sosok pemimpin yang dekat dan mau berbaur dengan bawahan. Menurut Novi, salah satu pegawai di Unit Layanan Terpadu Kemdikbud, sosok Anies memang dikenal sangat dekat dengan bawahannya.

Ia menyatakan, pendekatan Anies kepada para staff dinilai berbeda dengan menteri sebelumnya. "Pak Anies orangnya mau berbaur, saya sih menyayangkan kenapa beliau diganti, tapi namanya politik kita tidak pernah tau," tutur Novi.

Novi beserta para pegawai Kemdikbud lainnya berharap, menteri baru bisa membawa suasana kerja lebih semangat. Para staff kementerian akan sepenuhnya mendukung dan membantu menteri pendidikan baru dalam melancarkan tugas kepada masyarakat, khususnya guru. (rdk)