Kejaksaan pun, menurut Ade, telah memenuhi segala kebutuhan mental dan moral yang dibutuhkan empat terpidana tersebut.
"Saya lihat Jaksa Agung sudah melakukan semuanya sudah baik seperti pemberitahuan ke keluarga dan rohaniwan bagi tereksekusi," kata Ade di Gedung DPR Jakarta, Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara 10 narapidana lainnya, menurut Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad, akan dieksekusi secara bertahap.
"Negara ini negara hukum, negara hukum jangan sampai nanti disimpulkan oleh publik bahwa penegakan hukum tidak adil," ucapnya.
Anggota Komisi III bidang hukum DPR RI Masinton Pasaribu juga mengatakan, pemerintah seharusnya memberitahukan secara jelas seberapa banyak yang pasti dieksekusi karena akan berkaitan dengan pertanggungjawaban anggaran.
"Harusnya diberitahukan secara jelas karena nanti jadi pertanggungjawaban anggatan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Seck Osmane Dipulangkan
Pendamping rohani dari Yayasan Gita Eklesia, Rina mengatakan jenazah terpidana mati Seck Osmane, akan dimakamkan di negara asalnya Nigeria.
"Rencananya, Senin (1/8) (jenazah Seck) akan diberangkatkan ke Nigeria," ujar Rina di Rumah Duka Sint Carolus Jakarta, Jumat (29/7).
Menurutnya, hal itu merupakan permintaan Seck sebelum dieksekusi mati. Namun, proses pemakaman masih akan dikoordinasikan kembali dengan pihak keluarga.
"Ia meminta untuk dimakamkan di Nigeria. Adiknya ada di sini, bersama saya tadi malam sempat bertemu Seck Oesman saat diisolasi," kata Rina.
Saat ini, jenazah Seck Osmane disemayamkan di Rumah Duka Sint Carolus Jakarta, ruang Bernadet, usai dibawa dari lembaga pemasayarakatan Nusa Kambangan.
Rina menambahkan, selama proses persemayaman Seck Osmane di Rumah Duka Sint Carolus, yayasannya akan menjadi pihak penanggung jawab.
Sebelumnya, jenazah Seck Osmane yang dibawa dengan mobil ambulans dengan kawalan polisi, tiba sekitar pukul 10.55 WIB di rumah duka. (rel)