Komnas HAM Usul Pemda Rehabilitasi Rumah Ibadah Tanjungbalai

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Sabtu, 30/07/2016 20:29 WIB
Komnas HAM Usul Pemda Rehabilitasi Rumah Ibadah Tanjungbalai Salah satu wihara di Jakarta yang sedang menjalani proses rehabilitasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution mendorong pemerintah daerah Tanjungbalai, Sumatera Utara, untuk segera merehabilitasi bangunan dan rumah ibadah yang rusak usai kerusuhan.

"Pemerintah daerah untuk secepatnya merehabilitasi bangunan fisik dan, rumah-rumah ibadah yang rusak," kata Maneger kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (30/7).

Ia menilai, rehabilitasi terhadap bangunan fisik maupun rumah ibadah yang rusak, akan mempercepat proses rekonsiliasi yang tengah berlangsung.
Rekonsiliasi ini perlu secepatnya, kata Maneger, karena kerusuhan ini disaksikan pula oleh anak-anak. Pemerintah juga diminta untuk membentuk tim trauma healing, untuk menghindari dampak di masa mendatang.


"Kami berharap kasus-kasus yang disaksikan anak-anak saat ini, tidak terwarisi di masa mendatang," kata Maneger.

Informasi terakhir yang diterimanya, proses mediasi antara pemerintah daerah, pihak keamanan bersama tokoh masyarakat dan agama tengah berjalan.

"Komnas HAM tetap memantau terus proses mediasi, sebagai penyelesaian menyeluruh," ucapnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan kerusuhan massa di Tanjungbalai Sumatra Utara diduga berlatar belakang persoalan individu dalam kehidupan bertetangga.
"Agar masyarakat tidak terprovokasi karena ini persoalan individu, serta diminta berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini," kata Tito Karnavian seperti dilaporkan Antara.

Kapolri bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama bertempat di Markas Polda Sumatera Utara.

Selain itu, Kapolda Sumatera Utara memimpin langsung pengamanan di lokasi kejadian dan memperkuat penjagaan dengan menerjunkan pasukan Brimob dibantu anggota TNI.

"Kapolda untuk sementara waktu akan tinggal di Tanjungbalai," ungkap Tito.

Sekitar 11 wihara dan klenteng dan dua gedung yayasan sosial dirusak dan dibakar dalam kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (30/7) dini hari. Selain itu ada delapan unit kendaraan roda empat yang dibakar.

Tak ada korban jiwa akibat kerusuhan ini, namun nilai kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut Camat Tanjungbalai Selatan, Pahala Zulfikar, massa marah setelah seorang perempuan keturunan Tionghoa memprotes suara azan dan pengajian dari pengeras suara Masjid Al Maksum di depan rumahnya.
(yul)