Polri Janji Usut Temuan Aliran Dana Gembong Narkotik ke Fredi

Martahan Sohuturon | CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2016 17:13 WIB
Irwasum Polri Brigjen Dwi Priyatno berjanji akan memeriksa seluruh anggota Polri yang pernah menangani Fredi, mulai dari tahap penyelidikan hingga penyidikan. Inspektur Pengawasan Umum Polri Brigadir Jenderal Dwi Priyatno berjanji akan memeriksa seluruh anggota Polri yang pernah menangani Fredi Budiman. (CNNIndonesia.com/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana bernilai ratusan miliar rupiah dari gembong narkotik kepada terpidana mati kasus narkotik yang telah dieksekusi, Fredi Budiman.

Meski mengaku belum menerima hasil temuan PPATK itu hingga saat ini, Inspektur Pengawasan Umum Polri Brigadir Jenderal Dwi Priyatno berjanji akan memeriksa seluruh anggota Polri yang pernah menangani Fredi, mulai dari tahap penyelidikan hingga penyidikan kasus.

"Terkait hasil analisis dari PPATK mengenai aliran Fredi akan kami analisis dan telusuri," kata Dwi saat memberi keterangan pers di Ruang Rektorium, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan pada Kamis (11/8).

Ia juga berjanji akan memeriksa hubungan seluruh pejabat Polri dengan Fredi. Polri akan mengambil langkah tegas bila menemukan oknum yang terlibat bisnis narkotik Fredi.

"Dari penyidik sampai atasan akan kami tanyakan, konfirmasi. Akan kami cek juga sejauh mana kaitan adanya aliran dana itu," tutur Dwi.

Ketika ditemui awak media di sela-sela Pertemuan Internasional Menanggulangi Pendanaan Terorisme (CTF) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, kemarin, Kepala PPATK Muhammad Yusuf menyatakan pihaknya menemukan aliran dana ratusan miliar rupiah dari gembong narkotik yang diduga memiliki hubungan dengan Fredi.

"Datanya sudah saya serahkan ke BNN berikut analisisnya, cukup tebal," kata Kepala PPATK, Muhammad Yusuf seperti dikutip Antara.

Aliran dana ratusan miliar itu diberikan kepada seseorang yang tidak diungkapkan namanya oleh Yusuf. Ia hanya memastikan bahwa gembong narkotik itu bukan oknum BNN.

"Bisa saja dari kelompok itu (Fredi). Kami tidak tahu. Secara faktual tidak begitu, tetapi mungkin saja ada kaitan," katanya.

Lebih dari itu, Yusuf menyampaikan, PPATK menyerahkan kepada aparat untuk mengusut tuntas temuan tersebut.

Terkait hubungan gembong narkotik itu dengan Fredi, Yusuf tidak bisa memberikan jawaban secara pasti. Ia enggan menerangkan secara detail lantaran kasus tengah ditangani oleh Polri dan BNN.

Dugaan adannya aliran dana dari Fredi mengemuka ke publik setelah Koordinator KontraS Haris Azhar mempublikasikan artikel Cerita Busuk dari Seorang Bandit.

Dalam artikel itu Haris menyebutkan bahwa Fredi pernah memberikan upeti sebesar Rp450 miliar kepada oknum anggota BNN dan Rp90 miliar kepada oknum anggota Polri untuk memuluskan bisnis narkotiknya.

(obs/obs)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER