Arcandra datang sekitar pukul 09.55 WIB, menumpang mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon hitam berpelat RI 34. Dia langsung masuk ke kantor Wiranto melalui Ruang Parikesit.
Pertemuan dua menteri yang baru menjabat setelah perombakan kabinet akhir lalu itu hanya berlangsung sekitar 15 menit . Saat hendak meninggalkan kantor Kemenko Polhukam, Arcandra enggan mengeluarkan pernyataan terkait dugaan dwikewarganegaraannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama Kemenko Polhukam dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan maupun Tedjo Edhi, Menteri ESDM sebelumnya, Sudirman Said, tidak pernah terlihat menghadiri rapat di kantor itu.
Wiranto menyebut harus berbicara dengan Presiden Joko Widodo sebelum memberikan keterangan publik atas dugaan dwikewarganegaraan Arcandra
"Saya koordinasikan dulu, baru nanti saya beri penjelasan," ucapnya.
Arcandra ditunjuk Jokowi menggantikan Sudirman Said 27 Juli lalu. Akhir pekan lalu muncul dugaan, ia memiliki paspor Amerika Serikat.
Seperti diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride). Pasal 23 pada beleid itu mengatur, warga negara Indonesia akan kehilangan kewarganegaraannya jika memperoleh kewarganegaraan lain.
Kemarin, pada jumpa pers, Arcandra menyatakan masih berstatus sebagai warga negara Indonesia.
“Lihat tampang saya kan? Bahasa Indonesia saya masih 'medok' Padang. Saya masih Warga Negara Indonesia dan silakan cek paspor saya,” tuturnya.
Lihat juga:Menteri Arcandra: Saya Masih WNI |