"Hasil pengecekan sementara diduga DPO (daftar pencarian orang) yang tertembak adalah Ibrahim, bukan orang Indonesia," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi usai upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudy mengatakan kontak senjata tersebut terjadi sekitar pukul 08.35 WITA di pegunungan wilayah Padopi, dekat perkampungan di Poso Pesisir.
Kapolda tidak bersedia menjelaskan secara rinci terkait jaringan kelompok yang terlibat dalam kontak senjata itu karena kuatir mengganggu kerja tim di lapangan.
"Kalau saya ceritakan kelompoknya nanti mengganggu kerja tim. Saya tidak akan ceritakan, akan tetapi berapapun kelompok mereka saya akan tetap mengejar," katanya.
Menurut Rudy, dalam kontak senjata itu Tim Satgas mengamankan barang bukti berupa satu buah bom lontong. Bom tersebut dilemparkan ke arah petugas namun tidak meledak.
"Senjatanya di bawa lari yang masih hidup," katanya.
Kapolda menceritakan kontak senjata itu terjadi setelah pasukan Tinombala mendapat laporan dari intelijen bahwa ada satu titik diduga terdapat DPO. (asa)