"Secepatnya peletakan batu pertama Oktober ini. Kami melakukan percepatan sehingga Desember 2016 nanti bisa buka perkulakan di pasar induk," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Kantor Pasar Jaya, Jakarta, Rabu (24/8).
Arief mengatakan perkulakan itu bakal dikelola oleh PD Pasar Jaya dan para pedagang bakal menjadi konsumennya. Perkulakan itu tak dibuka untuk umum, melainkan khusus untuk pedagang yang memiliki identitas di Pasar Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami belinya besar dan langsung ambil dari mereka pasti harganya lebih bagus, diskonnya lebih bagus, kita akan kasih semuanya buat pedagang, kami hanya ambil keuntungan kecil supaya biaya terjaga," tutur Arief.
Selain itu, semua transaksi juga dilakukan secara nontunai sehingga arus kas dapat dilacak. Tujuanya, kata Ahok, untuk mempermudah bank memberikan bantuan kredit.
Ahok mengatakan, dengan sistem perkulakan ini perencanaan akan lebih baik dan lebih murah. "Saya sudah bisa pesan untuk kebutuhan tahun depan, sehingga pabrik-pabrik itu bisa berproduksi dengan perencanaan yang lebih baik, yang lebih murah," kata Ahok di Kantor Pasar Jaya.
Audit Kantor Baru Pasar Jaya
Ahok juga berencana melakukan audit terhadap pembangunan gedung kantor PD Pasar Jaya yang baru diresmikan hari ini (24/8). Ahok meminta audit dilakukan setelah meninjau kondisi gedung yang berlokasi di Cikini itu.
"Kalau ini habis Rp 14 miliar, lihat gedung ini, ini kemahalan. Saya sudah minta, tim saya BPKP turun, ini diaudit," ujar Ahok.
Ahok menilai Rp14 miliar itu terlalu mahal dengan kondisi lantai yang terlihat penyok, pendingin ruangan belum menyala, dan eskalator menggunakan merek yang tak terpercaya. Ia berkata, gedung tersebut dibangun oleh direksi yang lama sehingga harus segera diaudit agar dapat ditindaklanjuti secepatnya. (wis/wis)