Dua Jenderal Berebut Kursi Ketua Umum 'Partai Guram'

Abraham Utama, CNN Indonesia | Senin, 29/08/2016 09:33 WIB
Dua Jenderal Berebut Kursi Ketua Umum 'Partai Guram' Mantan Ketua Umum PKPI Sutiyoso enggan mengomentari gejolak yang terjadi di partai yang pernah dipimpinnya. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia bergejolak. Dua purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat berebut kursi ketua umum partai politik yang gagal melewati ambang batas parlemen pada pemilu 2014 tersebut.

Mantan Kepala Badan Intelijen Abdullah Mahmud Hendropriyono pekan lalu mengklaim terpilih menjadi orang nomor satu PKPI secara aklamasi. Hendro pernah menjadi orang penting di Kopassus dan memimpin badan telik sandi pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Mantan jenderal bintang empat itu berkata, pemilihan tersebut terjadi Sabtu pekan lalu, pada kongres luar biasa yang dihadiri seluruh perwakilan pengurus daerah.
Tak lama setelah Hendro mempublikasikan kemenangannya, Haris Sudarno angkat bicara. Haris adalah mantan Panglima Kodam V Brawijaya yang pensiun dengan dua bintang di pundaknya. Partai Kebangkitan Bangsa sempat mengusungnya pada sebuah pemilihan kepala daerah.


Haris mengklaim, pada kongres PKPI yang berlangsung 22 hingga 23 Agustus, pengurus partai tersebut memilihnya secara aklamasi menjadi ketua umum.

"Saya ditunjuk sampai terbentuk kepengurusan yang baru," ujarnya seperti dilansir Detikcom. Haris juga menuding forum yang memilih Hendro sebagai pertemuan abal-abal.
Kursi ketua umum PKPI sebelumnya diduduki Sutiyoso. Purnawirawan jenderal berbintang tiga itu melepaskan jabatan kepartaiannya usai ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BIN.

Kepada CNNIndonesia.com, Sutiyoso enggan mencampuri urusan politik PKPI. "Saya selama ini sudah tidak aktif. Sebaiknya tanya kepada Haris saja," ujarnya.

Pertengahan 2015, ketika Sutiyoso memutuskan menonaktifkan diri dari PKPI, jabatan ketua umum parpol itu untuk sementara sempat dipegang mantan Bupati Kutai Timur, Isran Noor.

Bertabur bintang

PKPI berdiri sesaat sebelum pemilihan umum 1999. Kala itu, PKPI masih bernama Partai Keadilan dan Persatuan.

Partai yang berkantor pusat di Menteng, Jakarta, tak jauh dari markas utama PDIP itu didirikan sejumlah tokoh nasional. Di antara para pendiri itu, terdapat mantan pejabat tinggi militer.

Try Sutrisno dan Edi Sudrajat adalah mantan pejabat teras di lingkungan TNI yang tercatat dalam pendirian PKPI.
Sutiyoso menjadi orang nomor satu di parpol itu April 2010. Pada forum yang sama, Yusuf Kertanegara terpilih menjadi sekretaris jenderal PKPI.

Yusuf pensiun dari TNI AD dengan pangkat letnan jenderal. Kini ia berstatus sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. (gil/agk)