Beredar Foto Polisi Pesta dengan Bos Sawit Riau

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Sabtu, 03/09/2016 12:11 WIB
Beredar Foto Polisi Pesta dengan Bos Sawit Riau Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ Ari Rahman Nafarin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat Riau pada Jumat (2/9) kemarin dikejutkan oleh selembar foto yang memperlihatkan sejumlah perwira menengah dari Polda Riau sedang berpesta dengan bos perusahaan sawit.

Dilansir dari Detikcom, dalam foto tersebut terdapat Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan, serta sejumlah polisi di jajaran Polda Riau.

Mereka sedang berkumpul bersama bos dari PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Terlihat sejumlah minuman keras berjejer di meja mereka.
Foto tersebut segera menjadi viral di media sosial dan memunculkan dugaan ada permainan antara pihak Polda Riau dengan pihak perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, foto itu beredar hanya beberapa pekan setelah Polda Riau menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang terjadi pada 2015.


Wakapolda Riau, Kombes Pol Suharsono, tak mengangkat teleponnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Staf Kampanye dan Advokasi dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Okto Yugo Setiyo membenarkan perihal foto tersebut. "Foto itu awalnya beredar di kalangan mahasiswa Riau," kata Okto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/9) malam.

Jikalahari belum memberikan sikap resmi atas foto tersebut. Namun, kata Okto, beredarnya foto itu semakin menguatkan indikasi permainan antara jajaran Polda Riau dengan pengusaha sawit dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Khususnya terkait penerbitan SP3 terhadap 15 perusahaan yang diduga terlibat kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Sampai hari ini kami masih curiga atas SP3 itu. Sebab, alasan mereka (Polda) lucu. Foto tersebut semakin menguatkan kecurigaan kami," ujar Okto.
(wis)