Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan dugaan itu terlihat dari perlengkapan yang dibawa pelaku ke lokasi setelah polisi berhasil melumpuhkannya.
"Kalau dilihat dari hasil olah TKP, direncanakan. Karena faktanya ada temuan 4 sebo, peralatan untuk memanjat, senjata api juga," ujar Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat seperti dilansir Detik.com, Minggu (4/9/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi perampokan di lokasi tersebut kemarin menjadi sebuah drama penyanderaan. Dua pelaku, AJS dan S sempat menodong korban dan mengancam untuk mengarang cerita, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di rumah korban ketika polisi datang mengepung.
Drama penyanderaan ini berakhir pada sore hari. Kedua pelaku berhasil dilumpuhkan dan korban diselamatkan tanpa ada luka sedikit pun.
Terpisah, Penyidik Polda Metro Jaya mengembangkan kasus perampokan dan penyekapan terhadap keluarga Asep Sulaeman di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Penyidik membawa pelaku untuk pengembangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Jakarta, Sabtu malam, seperti dilansir Antara.
Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membawa pelaku berinisial AJ dan S ke rumah salah satu tersangka ke Perumahan Islamic Village Tangerang Banten.
Diduga petugas membawa pelaku ke rumah salah satu tersangka untuk pengembangan kasus perampokan dan penyekapan terkait kepemilikan senjata api.
Awi menyebutkan kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata ilegal. (asa)