KLHK Didesak Tetapkan Korporasi dan Direktur APSL Tersangka

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 05/09/2016 18:29 WIB
KLHK Didesak Tetapkan Korporasi dan Direktur APSL Tersangka Jikalahari mendesak KLHK segera menetapkan korporasi dan direktur PT Andika Permata Sawit Lestari sebagai tersangka pembakaran hutan di Rokan Hulu, Riau. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaringan Kerja untuk Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk segera menetapkan korporasi dan direktur PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) sebagai tersangka pembakaran hutan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Menurut Wakil Koordinator Jikalahari Made Ali, KLHK sudah memegang bukti nyata PT APSL masih melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). 

"KLHK harus menetapkan PT APSL sebagai tersangka karhutla dan perambah kawasan hutan di riau. Bukti sudah jelas," ujar Made ketika dihubungi CNNIndonesia.com pada Senin (5/9).


Senada, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau Riko Kurniawan mengatakan, KLHK dapat bertindak lebih tegas lagi dalam penegakan hukum karhutla PT APSL.

Terkait Insiden penyanderaan, menurut Riko, KLHK bisa mengenakan pasal berlapis pada PT APSL. PT APSL tidak hanya telah melakukan kegiatan ilegal yakni membakar lahan konsesinya secara sengaja, tapi juga telah menghalangi petugas negara untuk menegakan hukum dengan melakukan penyanderaan terhadap petugas penyidikan.

KLHK, tutur Riko, sudah mengantongi dua alat bukti yang kuat untuk bisa menggugat dan memidanakan korporasi. Pertama, adanya bukti video dan foto lahan yang terbakar dalam konsesi perusahaan. Kedua, aksi penyanderaan dan ancaman yang dilakukan perusahaan dengan mengatasnamakan masyarakat tani.

"Korporasi bisa dikenakan pasal berlapis. Mereka menghalang-halangi negara untuk menegakan hukum dan mengancam. Ini jelas tindak kriminal," kata Riko.

Sebelumnya, KLHK menyatakan PT APSL diduga melakukan pembakaran lahan pada wilayah konsesinya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan KLHK telah menurunkan tim untuk menyelidiki sumber titik panas penyebab asap sampai ke daerah lain di Riau. Salah satu sumber titik panas tersebut berasal dari lahan konsesi perusahaan.

Siti menjelaskan, tim KLHK telah melakukan penyelidikan kebakaran hutan di Rokan Hulu, khususnya pada lokasi konsesi PT APSL sejak Senin lalu. Dia menyatakan tim KLHK menemukan fakta ribuan hektare sawit terbakar dan masih mengepulkan asap.

Menurutnya, mayoritas lahan terbakar merupakan kebun sawit di dalam areal hutan produksi. Artinya, tutur Siti, semua aktifitas perusahaan di lokasi tersebut ilegal.

"Di lokasi pertama ditemukan areal terbakar mencapai 600 hektare. Tim sempat masuk lebih dalam lagi pada areal kebun sawit yang terbakar yang diperkirakan lebih dari 2.000 hektare," kata Siti.

Tim KLHK, kata Siti, juga menemukan lahan telah dibentuk jalur bakar atau stacking. Jalur bakar, tuturnya, memperkuat indikasi bahwa lahan tersebut secara sengaja disiapkan untuk dibakar sehingga bisa ditanami sawit.

PT APSL pada pekan lalu juga menjadi pemberitaan terkait dengan foto yang beredar di media sosial. Foto itu memuat pertemuan antara bos perusahaan dengan petinggi Polda Riau.

Selain itu, PT APSL diduga mengerahkan sekelompok warga untuk menyandera tim KLHK saat menyelidiki areal terbakar pada pekan lalu. Tujuh staf KLHK disandera segerombolan orang dan diancam untuk menghapus semua foto, data, dan bukti-bukti kebakaran hutan yang didapat pada konsesi perusahaan tersebut. (rel/yul)