"Turun temurun saya sudah dagang di jalanan, enggak ada yang melarang. Cuma Ahok saja yang berani melarang," kata pedagang hewan kurban, Amirudin, saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, tahun lalu para pedagang hewan kurban diusir ketika berjualan bahkan hingga menimbulkan bentrokan. Aparat keamanan gabungan dikerahkan dalam penertiban para pedagang di pinggir jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelaki asli Betawi ini mengaku tidak berkeberatan jika para pedagang harus ditertibkan karena alasan mengganggu kebersihan. Namun pemerintah perlu memberikan pengertian kepada para pedagang. Kalaupun pedagang harus membayar uang kebersihan, Amir memastikan para pedagang bersedia membayarnya.
Lihat juga:Ahok Sumbang 55 Sapi Kurban |
"Ahok belum lahir, Tanah Abang sudah ada yang dagang kambing di pinggir jalan. Ini tradisi kita orang Tanah Abang," kata Amir.
Amir mengatakan, aturan mengenai larangan berdagang hewan kurban di pinggir jalan telah diterbitkan sejak era Gubernur Ali Sadikin. Namun saat itu pelarangan tersebut tidak disertai tindakan arogan. Begitu pula dengan gubernur selanjutnya.
Meski tahun ini tidak ada bentrokan dan pengusiran, namun para pedagang tetap cemas akan adanya penertiban. Amir berharap Ahok lebih arif dan bijaksana dalam memimpin Jakarta, bukannya malah bertindak arogan.
Ahok, bagaimanapun, bukan berarti tidak peduli dengan ritual hajat kurban tahunan. Tahun ini dia menyumbang 55 ekor sapi untuk dikurbankan pada Idul Adha, besok.
"Semuanya akan dibagi rata untuk warga," kata Ahok di Balai Kota, Jumat pekan lalu.
Warga yang dimaksud Ahok adalah penghuni rumah susun yang sebelumnya kena gusur Pemprov DKI. Dari 55 ekor sapi yang dikurbankan, diperkirakan ada 7.000 kilogram daging sapi yang nantinya akan dibagikan secara merata.
Seluruh sapi kurban yang disumbangkannya akan dipotong di di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik PD Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur.
Sementara untuk pembagian dagingnya akan diserahkan kepada Unit Pengelola Teknis (UPT) masing-masing rusun Dengan begitu, pembagiannya bisa lebih tertib. (gil)