Menurut Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy, penambahan jam praktik diterapkan guna meningkatkan kompetensi dan keahlian siswa dengan pengalaman dunia kerja sesungguhnya. Penambahan jam praktik diharapkan membuat siswa SMK lebih kompetitif di bidangnya.
"Kami ingin dunia SMK itu semakin melekat dengan industri dan dunia usaha, makanya kami tambah jam praktik siswa SMK," ujar Muhadjir di Gedung Kemdikbud, Rabu (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemdikbud, kata Muhadjir, mencoba mengakomodasi kebutuhan praktik siswa-siswa SMK dengan memetakan beberapa jurusan kejuruan prioritas dengan dunia usaha atau industri.
"Kami terus koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam hal penghubung pemberdayaan SMK dengan sektor industri dan usaha," kata Muhadjir.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, Mustaghfirin Amin mengatakan, porsi belajar siswa SMK menjadi 70 persen praktik dan 30 persen belajar ini akan diformulasikan dalam pembaharuan kurikulum SMK.
"Kegiatan SMK nantinya akan bertumpu pada kegiatan di lapangan. Banyaknya praktik, bukan lagi belajar teori di kelas seperti SMA. Siswa SMK menjadi insan produktif di lapangan," kata Mustaghfirin.