UNESCO Soroti Kesenjangan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 07/09/2016 10:14 WIB
UNESCO Soroti Kesenjangan Kualitas Pendidikan di Indonesia UNESCO menyebut banyak sekolah di Indonesia, terutama terutama di wilayah terpencil, belum memiliki kualitas yang baik. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat partisipasi pendidikan di Indonesia meningkat tajam, namun mutu pendidikan yang didapat setiap anak, belum setara. Padahal, penyediaan kualitas pendidikan yang baik merupakan kunci menciptakan generasi berkualitas.

"Kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi kendala banyak negara, khususnya Indonesia," kata Asisten Direktur Jenderal untuk Pendidikan dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Qian Tang, dalam peluncuran Global Education Monitoring (GEM) Report 2016 di Jakarta, Selasa (6/9).

Jumlah partisipasi pendidikan di Indonesia dalam laporan itu memang tercatat terus meningkat. Misalnya jumlah partisipasi pendidikan dasar hingga menengah yang mencapai 100 persen.


Oleh karena itu, menurut Tang, kendala yang dihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah memastikan seluruh anak bersekolah mendapatkan kualitas pendidikan yang sama.
Ia mengatakan, selama ini pemerintah Indonesia masih terfokus pada angka kelulusan siswa dalam mengemban pendidikan dasar. Mutu pendidikan belum menjadi prioritas pemerintah. Padahal, angka partisipasi siswa bersekolah tanpa diiringi dengan penyediaan kualitas pendidikan yang baik tidak akan berdampak banyak pada kualitas individu tersebut.

Tang juga menyatakan bahwa peningkatan angka partisipasi siswa bersekolah tidak akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional, jika siswa tidak mendapatkan kualitas belajar yang memadai.

"Pemerintah harus memperhatikan anak-anak dapatkan mutu pendidikan. Anak-anak di daerah seperti Papua harus mendapatkan mutu pendidikan yang setara dengan anak-anak di Jakarta," kata Tang.
Staf ahli bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud, Ananto K Seta menyatakan pemerintah akan menjadikan hasil laporan GEM sebagai acuan untuk terus membangun pendidikan Indonesia. 

Saat ini, kata Ananto, Kemdikbud terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan mendorong pembangunan sarana dan prasarana sekolah khususnya di daerah-daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

"Seperti pembangunan sekolah garis depan, pelatihan untuk guru-guru daerah 3T (SM3T) itu terus kami galakkan. Juga kita Indonesia patut berlega karena sudah ada Kurikulum 2013 yang berlandaskan pembelajaran holistik," ujar Ananto.

SDGs merupakan perpanjangan agenda pembangunan global. Di dalamnya, pendidikan merupakan poin keempat dengan fokus menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan adil, serta mempromosikan kesempatan belajar yang setara bagi semua orang.
Menurut Senior Analis Kebijakan GEM UNESCO Manos Antoninis, GEM Report di bidang pendidikan merupakan kerangka acuan bagi negara-negara partisipan dalam membentuk kebijakan nasional guna mencapai target pembangunan global.

"Jadi, rencana nasional harus selaras dengan komitmen global, negara-negara dibiarkan untuk menafsirkan dan mengintegrasikan kebijakan nasional dengan tujuan global," kata Antoninis. (wis)