Tersangka Kasus Haji Filipina Bertambah Jadi Sembilan Orang

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Senin, 19/09/2016 15:37 WIB
Satu tersangka tambahan adalah istri dari tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya. Saat ini total sembilan tersangka sudah ditetapkan penyidil Bareskrim. Ilustrasi jemaah haji. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus penipuan pemberangkatan haji lewat Filipina bertambah satu orang. Total jumlah tersangka kini adalah sembilan orang. Satu tersangka tambahan adalah istri dari salah satu tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agus Andrianto, penetapan tambahan satu tersangka ini setelah melalui proses alot.

"Kemarin kami agak sangsi, masak suami istri mau dimasukkan (jadi tersangka). Tapi perannya sama juga, sebagai perantara, sehingga keputusannya tidak bisa dilepas," kata Agus saat dikonfimrasi, Senin (19/9).


Delapan tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya adalah HAS, BDMW, MNA, HMT, HF alias A, HAH alias A, dan ZAP. Satu lagi tersangka berinisial HR adalah warga negara asing.

Agus enggan merinci inisial tersangka baru ini serta hubunganya dengan salah satu tersangka yang lain.

Dalam kasus ini, HR menjadi tersangka utama yang diduga paling bertanggungjawab atas sejumlah keberangkatan haji Indonesia lewat Filipina. Sekarang, dia masih menjalani proses hukum di negara asalnya. Sementara penyidik Polri terus berkoordinasi untuk mendapatkan keterangannya.

Kasus ini terbongkar ketika sebanyak 177 warga Indonesia ditangkap di Filipina saat hendak berangkat haji. Setelah diperiksa, diketahui mereka berpaspor Filipina meski sebenarnya berkewarganegaraan Indonesia.

HR sendiri memiliki dua paspor, yakni Malaysia dan Filipina. Menurut Agus, dia sering berkunjung ke Indonesia sehingga mempunya banyak koneksi ke biro perjalanan.

Di luar 177 WNI yang sebagian besar sudah dipulangkan, ada 700 haji lain yang sudah sampai Arab Saudi menggunakan paspor Filipina. (sur/rel)