"Saya minta mesti diselidiki, apakah ada oknum yang gandain. Bukan kami loh, ini dari Komisi Pemilihan Umum. Kayak gini mesti diawasi," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Senin (19/9).
Penggandaan itu terlihat dari DPT yang dimiliki Bawaslu dan KPU yang berjumlah 8 juta orang. Sementara, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta jumlah DPT hanya 7,5 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok berharap agar nantinya jumlah DPT sama dengan e-KTP. Ahok menargetkan warganya untuk menyelesaikan pendataan e-KTP sampai akhir tahun ini.
"Kalau pakai surat keterangan harus fair seperti di Australia. Kan enggak tahu ini asli apa paslu, itu hitung suaranya harus di KPU, enggak boleh di TPS," kata Ahok. (sur/obs)