"Bukan sama sekali kami pejabat negara dukung mendukung calon. Kami netral saja," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/9).
Dia mengatakan, Jokowi berpesan, pilkada terutama di DKI Jakarta harus berjalan demokratis karena ibu kota Indonesia membutukan pemimpin kuat dan berkemampuan besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pratikno sebelumnya disebut sempat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dua hari sebelum Gerindra dan PKS bertemu di Kertanegara untuk membahas pasangan calon yang akan diusung dua partai tersebut.
"Saya sebenarnya tidak kenal secara personal dengan Pak Prabowo. Saya mengingat-ingat apakah sata pernah bertemu beliau, rasanya tidak," kata dia.
Mantan Rekor UGM ini juga membantah tudingan Arif mengenai, berkomunikasi dengan Anies mengenai tawaran menjadi duta besar pasca di-reshuffle 27 Juli. (rel/asa)