Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi menuturkan, satelit Terra dan Aqua milik Badan Antariksa Amerika Serikat mendeteksi 14 titik panas di Bangka Belitung.
Titik panas di provinsi itu, kata Slamet, memiliki tingkat kepercayaan karhutla di atas 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Riau, satelit tidak menemukan titik panas atau terpantau nihil, baik di wilayah pesisir maupun daratan di provinsi itu," ujar Slamet di Pekanbaru, Selasa pagi, seperti dilansir Antara.
"Hingga Senin sore, tiga helikopter itu telah 284 kali melakukan pengeboman air di Dumai," kata anggota tim udara Satgas Karhutla Provinsi Riau Letnan Satu Sherif Yanuardi.
Deteksi dini
Perwakilan United National Office For Project Services (UNOPS) dari Persatuan Bangsa Bangsa Akira Moreto mengembangkan sistem peringatan dini karhutla di Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Akiro berkata, sistem yang dibawanya juga dapat memantau indikator el nino, hujan dan fenomena alam lain. Hasil pemantauan itu dapat dilihat secara langsung pada situs kebakaranhutan.or.id.
"Bayangkan selama 20 tahun ini, setiap kebakaran, fokusnya hanya memadamkan api. Dengan adanya sistem peringatan dini, kebakaran bisa dideteksi dan dicegah," ucap Akiro.
UNOPS menjadikan Barito Selatan sebagai lokasi pilot project sebelum mengaplikasikannya ke daerah lain di Indonesia. (abm/agk)