PPP Kubu Djan Faridz Pertimbangkan Dukung Ahok-Djarot

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 07/10/2016 17:09 WIB
PPP kubu Djan Faridz akan bertemu Ahok-Djarot untuk membicarakan kontrak politik. Setelah itu, PPP akan mendeklarasikan dukungan secara resmi. Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz (tengah) pertimbangkan dukung Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz mempertimbangkan untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

"Menyikapi konstelasi Pilkada DKI Jakarta 2017, DPP PPP menyatakan sikap dan mempertimbangkan untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat," ujar Djan dalam jumpa pers di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP di Jakarta, Jumat (7/10).

Djan menuturkan, pertimbangan tersebut diambil setelah melalui proses perdebatan internal yang panjang sebelum akhirnya disepakati dalam rapat pleno DPP pada 4 Oktober lalu.


Keputusan itu juga dibahas dan disepakati dalam silaturahmi nasional pada Kamis (6/10) lalu yang dihadiri oleh seluruh pengurus wilayah PPP, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung.

"Haji Lulung hadir dalam rapat itu dan dia menyatakan apapun petunjuk yang diberikan oleh DPP itu wajib dipatuhi. Kita lihat nanti pada deklarasi DPP, ada atau tidak dia," kata Djan.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai keyakinannya bahwa Lulung akan mendukung Ahok-Djarot, Djan menjawab, "Insya Allah."

Namun, ia menegaskan kembali agar publik menunggu sampai proses deklarasi benar-benar dilaksanakan oleh DPP PPP kubu Djan Faridz dan pasangan Ahok-Djarot.

Kontrak Politik

Djan Faridz menambahkan, sebelum mendeklarasikan dukungan, PPP akan terlebih dulu bertemu dengan pihak Ahok-Djarot untuk membicarakan kontrak politik. Jika nanti sudah ditandatangani, barulah DPP PPP akan mendeklarasikan dukungan secara resmi.

"Isi dari kontrak politiknya tunggu nanti setelah ditandatangani. Yang jelas, semuanya untuk kepentingan rakyat Jakarta secara umum dan 85 persen umat Islam yang ada di dalamnya," kata Djan.

Djan mengaku yakin Ahok dan Djarot akan menyepakati kontrak politik itu. Djan mengatakan, Ahok merupakan pemimpin yang baik. Hal ini pula yang ia sampaikan saat meyakinkan para kader partainya untuk mendukung Ahok.

Keputusan dari kubu Djan ini berbeda dengan pihak PPP kubu Romahurmuziy yang bergabung dengan Poros Cikeas mengusung duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Namun, Djan tak mau ambil pusing. "Saya tidak pernah merasa ada perpecahan," katanya singkat.

Sebelumnya, hasil survei Populi Center mencatat bahwa elektabilitas pasangan Ahok-Djarot masih di atas dua penantangnya, yaitu di angka 45,5 persen.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni berturut-turut ada di peringkat dua dan tiga. Anies-Sandi mencatat elektabilitas sebesar 23,5 persen dan pasangan Agus-Sylvi sebesar 15,8 persen.

"Semoga dengan rencana dukungan dari PPP ini, Ahok dan Djarot bisa menang," kata Djan. (rel/abm)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK