Bareskrim Jemput Kepala Bulog Jakarta terkait Beras Oplosan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 13/10/2016 18:28 WIB
Bareskrim Jemput Kepala Bulog Jakarta terkait Beras Oplosan Kepala Bulog Regional Jakarta-Banten akan diperiksa sebagai saksi pada kasus dugaan pengoplosan beras impor.
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menjemput Kepala Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Bulog) Regional Jakarta-Banten, Agus Dwi Indirato, terkait kasus dugaan pengoplosan beras impor.

"Tidak ditangkap tapi dijemput dan akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus mafia beras," kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto di Jakarta, Kamis (13/10).


Ari mengatakan, Agus bukan tersangka pada perkara itu. Sejauh ini, Bareskrim sudah memeriksa dua saksi dari Bulog.


Berdasarkan penelusuran, kepolisian mencium potensi korupsi saat beras impor dikuasai perusahaan yang tidak ditunjuk pemerintah. Kepolisian disebut membidik dugaan pencucian uang pada perkara ini.

Sebelumnya, petugas sudah menetapkan pihak yang mengoplos beras dan penyewa gudang yang berada di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, sebagai tersangka. Orang berinisial A itu sudah diamankan saat penyidik menggerebek lokasi.

Penyidik menemukan gudang yang diduga dimanfaatkan untuk mengoplos beras tersebut, Rabu pekan lalu. Saat itu, polisi mendapati tersangka sedang mengoplos beras lokal bermerk Palem Mas dengan beras impor dari Thailand.

Dalam gudang tersebut ditemukan 200 ton beras. Para pekerja tertangkap basah sedang mengoplos beras dengan perbandingan 2/3 beras lokal, dan 1/3 impor.

Beras lokal tersebut berharga Rp11.000 per kilogram. Sementara beras impor dihargai lebih murah, yakni Rp7.500 per kilogram.

Setelah dioplos, penjual tetap menjual beras dengan harga Rp11.000. Dengan demikian, mereka bisa mendapat untung Rp4.000 per kilogram. (abm/agk)