Pertamina Serahkan Hasil Pengecekan Ledakan Bekasi ke Polisi

Vega Probo, CNN Indonesia | Minggu, 23/10/2016 18:06 WIB
Pertamina Serahkan Hasil Pengecekan Ledakan Bekasi ke Polisi Wianda Pusponegoro menjabat Vice President for Corporate Communication PT. Pertamina (Persero). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertamina mengklaim telah melakukan pengecekan dari pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB terkait insiden dugaan meledaknya tabung gas 50 kilogram di gerai Pizza Hut Delivery (PHD) di Jalan Raya Hankam, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

"Dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, tim kami sudah di lapangan untuk melakukan pengecekan," kata Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro kepada CNNIndonesia.com, Minggu (23/10).

Lanjut Wianda hasil pengecekan tim Pertamina sudah diberikan kepada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Kini, Pertamina sedang menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan.


"Kami support polisi dan polisi yang lead penyelidikan," kata Wianda.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Yudi Nugraha mengatakan belum bisa memastikan penyebab utama ledakan tersebut berasal dari mana. Pertamina akan terus berkoordinasi dan memberikan secala informasi yang dibutuhkan polisi.

"Kami juga menyampaikan kepada polisi prosedur keamanan penempatan tabung LPG dimana kami sampaikan bahwa seharusnya tabung harus berada di tempat yang cukup dengan ventilasi,” kata Yudi.

PT Sarimelati Kencana selaku pengelola merek Pizza Hut Delivery (PHD) menyatakan akan menanggung seluruh biaya medis korban ledakan gerai PHD di Jalan Raya Hankam, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi.

"Kami telah mengirim karyawan kami untuk memastikan hanya perawatan terbaik yang akan diterima oleh anggota masyarakat tersebut. Seluruh biaya medis akan menjadi tanggungan kami," kata General Manager PT. Sarimelati Kencana Andrias Chandra dalam siaran pers, Minggu (23/10).

Terdapat empat korban luka akibat ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 50 kilogram tersebut. Tiga di antaranya telah dibawa ke klinik terdekat untuk diobati dan diizinkan untuk pulang. Sementara satu orang telah dirujuk ke Rumah Sakit Kramat Jati oleh pihak kepolisian untuk dirawat lebih lanjut.

Sementara itu, mengenai ganti rugi atas kerusakan bangunan yang dialami oleh beberapa bangunan di sekitar gerai PHD yang meledak, Adrias masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

"Selain itu, kami juga telah menyewakan satu rumah bagi satu keluarga yang rumah dan tempat usahanya terdampak akibat insiden," katanya.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, dugaan sementara disebabkan ledakan tabung gas ukuran 50 kilogram di bagian belakang sekitar pukul 06.40 WIB.

Awi mengungkapkan, petugas telah memeriksa tiga saksi yakni juru parkir Alfamidi Jhon Hendri, pegawai Alfamidi Tulius Widodo dan pegawai PHD Libotius Steven Kendye.

Menurut pantauan fotografer CNNIndonesia.com Mohammad Safir Makki, ledakan tersebut meruntuhkan bangunan outlet PHD dan menyebabkan bangunan di sebelahnya yaitu mini market Alfamidi rusak berantakan.

Bukan hanya itu, menurut Safir, ledakan juga menyebabkan sekitar enam atap warung di sebelahnya roboh. Material bangunan pun terhempas hingga 100 meter dari lokasi kejadian. Rumah warga yang terletak di belakang bangunan PHD dan Alfamidi juga terkena reruntuhan ledakan. (rel/vga)