Dalam pidatonya, Kalla yang menggantikan Presiden Joko Widodo mengatakan terorisme, yang merupakan kejahatan luar biasa, penting untuk dibahas di skala internasional. Alasannya, kejahatan ini sudah sangat besar dan tak mengenal batas negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS, atau Negara Islam Irak dan Suriah adalah kelompok teror yang berasal dari Timur Tengah. Keberadaan jaringan itu di Indonesia setidaknya terdeteksi sejak 2014 lalu.
"Sekali lagi saya tegaskan, terorisme tantangan besar bagi dunia," ujarnya. "Pemerintah Indonesia siap berkontribusi."
Penegakan Hukum
Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian. Dia menyinggung banyaknya warga di dunia yang telah bergabung dengan ISIS.
"ISIS terus berkembang di negara kami seiring dengan kemajuan teknologi. Kita harus fokus dan memperhatikan pencegahan dan penegakan hukum," kata Tito.
Dia mempersilakan semua pihak yang hadir dalam sidang umum untuk saling berbagi, belajar satu sama lain untuk mengatasi kejahatan transnasional.
Data dari panitia menunjukkan ada total 1.360 peserta yang terdaftar menghadiri acara ini. Mereka berasal dari 162 negara dan tiga sub-biro anggota Interpol. (asa)