"Kami berencana menempatkan satu atase kepolisian di Turki karena banyak warga Indonesia bergabung dengan ISIS," kata Kepala Biro Misi Internasional Polri Brigjen Johanis Asadoma di Badung, Bali, Rabu (9/11).
Berdasarkan catatan kepolisian, tidak sedikit warga Indonesia yang hendak menuju markas ISIS di Suriah mengambil rute perjalanan melalui Turki. Polri menilai, pemantauan terhadap kelompok WNI tersebut vital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya dideteksi tapi ditangani di lapangan oleh atase kepolisian tersebut," tuturnya.
"Jadi semuanya bermuara kepada patroli. Kita mampu untuk mencegah, menanggulangi dan bekerjasama dalam penanggulangan transnational crime," kata Johanis.
Polri pun telah sepakat menggelar latihan bersama kepolisian negara lain. Johanis berkata, selama ini program tersebut telah dijalankan di Thailand dan Amerika Serikat.
"Ke depan pelatihan itu akan lebih ditingkatkan. Amerika Serikat sudah siap," kata Johanis.