Informasi Kematian Tokoh ISIS Abu Jandal Datang dari Keluarga

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 09/11/2016 15:35 WIB
Informasi Kematian Tokoh ISIS Abu Jandal Datang dari Keluarga Ilustrasi ISIS (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri menyatakan informasi perihal kematian Salim Mubaroq Atamimi alias Abu Jandal di Timur Tengah datang dari keluarga petinggi kelompok teror ISIS itu sendiri.

"Iya pihak keluarga sementara memastikan itu jenazah Abu Jandal. Tapi ini sesuatu yang masih harus dikroscek lagi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Bali, Rabu (9/11).

Menurutnya, anggota keluarga Abu Jandal mendapatkan informasi tersebut dari kerabat lain yang berada di Timur Tengah.


Untuk memastikan kematian Abu Jandal, polisi harus terlebih dulu melakukan pemeriksaan fisik. Saat ini polisi sedang memastikan kapan jenazah yang diduga Abu Jandal itu akan dipulangkan. 

Serangkaian tes yang akan dilakukan, menurutnya, mulai dari tes gigi, pencocokan catatan keluarga hingga tes DNA. Proses tersebut masih akan memakan waktu.

"Mudah-mudahan beberapa hari ke depan kepastian Abu Jandal bisa dipastikan," kata Boy.

Abu Jandal sebelumnya menampilkan diri di sebuah video yang diunggah ke situs YouTube akhir tahun 2014. Dalam video itu, dia menantang Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Densus 88, dan Banser GP Ansor.

Dalam video berdurasi empat menit itu, seorang pria yang fasih berbahasa Indonesia menyatakan rasa suka citanya dengan rencana kedatangan TNI membantu pasukan koalisi memerangi ISIS.

"Ketahuilah bahwa kami bahagia mendengarnya. Itu berati pertemuan antara kami (ISIS) dan kalian (TNI-Polri) disegerakan," kata dia. Pria itu juga mengancam, jika bukan TNI yang datang memerangi ISIS, maka mereka yang akan ke Indonesia.

Polisi meyakini Abu Jandal sebagai satu di antara tiga WNI berpengaruh di Suriah. Dua orang lainnya adalah Bahrumsyah dan Bahrun Naim, yang diyakini bertanggungjawab atas serangan teror di Thamrin, Jakarta, akhir 2015.
(wis/obs)