Pemerintah Provinsi DKI Siaga Satu Hadapi Banjir

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 00:44 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Siaga Satu Hadapi Banjir Hujan yang deras yang mengguyur Jakarta membuat kompleks perumahan di Jalan Hang Likiu, Kebayoran Baru, Jakarta, terendam banjir, Jumat (11/11/2016). (Detikcom/Lamhot Aritonang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan melanda Jakarta pada Januari-Februari 2017, Pemerintah Provinsi DKI siaga menghadapi bencana banjir dan angin puting beliung.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyebut, seluruh aparatur sipil negara lingkungan Pemprov Jakarta, mulai dari pejabat daerah hingga petugas lapangan, saat ini siaga satu menghadapi ancaman bencana itu.

"Tugas mereka harus siaga satu, posisinya jelas. Ini mumpung punya waktu November-Desember kami antisipasi semuanya, mental kami siapkan. Saya enggak mau kecolongan," kata Plt Gubernur yang akrab disapa Soni, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/16).


Kesiagaan itu ditunjukkan Soni dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 153 Tahun 2016 Tentang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Potensi Ancaman Genangan, Puing Beliung, dan Demam Berdarah Dengue. Instruksi itu ditandatangani hari ini.

Melalui Instruksi itu, Soni memastikan petugas di lapangan bekerja maksimal. Seperti petugas kebersihan, petugas pertamanan, petugas tata air.

Soni menyebut dia akan memberikan perhatian lebih pada saluran air agar tidak tersumbat. "Jadi kira-kira dua kali lipat dari kesiagaan di hari-hari reguler," tutur Soni.

Soni memerintahkan agar pohon yang sudah lapuk dan daun yang memberatkan untuk ditebang karena membahayakan masyarakat.

Melalui instruksi ini, Soni juga menginginkan fungsi sistem keamanan lingkungan (siskamling) di RT/RW kembali berfungsi. Bukan hanya untuk keamanan tapi juga untuk deteksi dini juka terjadi bencana.

Dalam Ingub itu, Soni memerintahkan dinas terkait untuk bekerja sesuai kewenangan. Dinas Kesehatan diminta untuk mengecek kesiapan puskesmas untuk antisipasi lonjakan pasien akibat penyakit yang timbul dari banjir dan angin puting beliung.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Kebersihan serta Dinas Sosial diinstruksikan agar menyiapkan sarana dan prasarana logistik dan SDM untuk antisipasi bencana.

Sementara camat dan lurah ditugaskan untuk menjalankan pembasmian jentik nyamuk demam berdarah secara berkala.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyu menjelaskan, curah hujan semakin meningkat sejak bulan November, dan diperkirakan terus meningkat pada hingga Februari 2017. Puncak hujan tertinggi diprediksi terjadi pada dasarian kedua Februari yakni 11-20 Februari.

Menurut Denny, musim hujan kali ini berbeda daripada biasanya karena disertai la nina. Denny memprediksi genangan akan banyak ditemui di Jakarta Selatan, Jakarta Timur sisi selatan dan Jakarta Barat.

Hal itu disebabkan karena normalisasi beberapa sungai belum selesai. Yakni Kali Krukut, Pesanggerahan, Angke, Sunter dan Cipinang. Sementara Denny memastikan wilayah Jakarta Utara dan Pusat aman dari banjir.

Denny memperkirakan banjir itu akan terjadi radius 100 meter dari bibir kali. "Itu daerah rawan karena padat penduduk, jadi yang terdampak banyak. Jadi ini perlu diantisipasi jangan sampai seperti Bandung," tutur Denny. (rdk)