Lahir di Siantar pada 1957, Sutan terjun ke dunia politik sejak tahun 2001 lalu sebagai anggota Partai Demokrat.
Karier politiknya terjegal ketika Sutan terlibat kasus korupsi SKK Migas pada 2015 lalu. Sutan divonis 10 tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 19 Agustus 2015.
Lihat juga:Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiprahnya di dunia politik, Sutan dikenal sebagai pribadi yang tegas. Sutan juga dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang setia dari awal partai berdiri hingga saat ini.
Lihat juga:Sutan Bhatoegana Sakit Keras |
Wakil Ketua DPR, Fadhli Zon dan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua juga sempat menjenguk Sutan saat tengah dirawat di RS Medical Centre Bogor pada akhir pekan lalu.
"Semalam menjenguk Bang Sutan Bathoegana, Semoga bisa pulih kembali," ucap Fadli dikutip dari akun Twitter resminya pada 16 November lalu.
Sutan dikenal sebagai politikus tegas namun juga humoris. Kata-kata ajaib dan nyelenehnya membuat dirinya mudah dikenal publik.
Jargon-jargon unik seperti "Ngeri-ngeri sedap," "Sorry, my love," dan "Masuk barang tuh" kerap dilontarkan pria 58 tahun ini dengan ekspresi 'jahil.'
Sutan mengakui jika dirinya merupakan seorang politikus yang nyentrik dan tak jarang kontroversial. Sutan dikenal blak-blakan jika berkomentar akan sesuatu.
"Menurut saya, itu gaya saya, saya tidak mau berpura-pura. Saya mengatakan apa adanya, bukan ada apanya," tegas Sutan dalam wawancara di TV Parlemen DPR, beberapa waktu lalu.
(stu/vga)