Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Ahok Paling Lama Pekan Ini

Martahan Sohutoron, CNN Indonesia | Rabu, 30/11/2016 14:57 WIB
Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Ahok Paling Lama Pekan Ini Polri akan melimpahan barang bukti dan tersangka kasus penodaan agama yang menjerat Ahok kepada Kejaksaan Agung paling lama Jumat pekan ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan akan segera melimpahkan barang bukti dan tersangka kasus dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ke Kejaksaan Agung. Pelimpahan itu dilakukan paling lama, Jumat pekan ini.

"Sedang kami usahakan berkoordinasi dengan kejaksaan. Paling lambat Jumat," kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, Rabu (30/11).

Hal serupa juga diutarakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.


"Mudah-mudahan secepatnya. Kalau seandainya dimungkinkan besok, ya besok. Kalau tidak dimungkinkan, ya lusanya," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta.

Rabu pagi tadi, Kejaksaan Agung menyatakan perkara dugaan penistaan agama yang menyeret Basuki alias Ahok telah lengkap. Mereka berencana segera membawa perkara tersebut ke pengadilan.

Sebelum melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan, kejaksaan harus menunggu pelimpahan berkas dan tersangka dari Bareskrim.

Merujuk lokasi terjadinya dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok (locus delicti), Pengadilan Negeri Jakarta Utara merupakan badan peradilan yang berwenang menangani perkara itu.

Pada perkara ini, kepolisian menuding Ahok melanggar Pasal 156 dan 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Aturan itu berisi larangan mengeluarkan pernyataan yang mengandung permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, di muka umum.

Hingga saat ini, kepolisian tidak menahan Ahok karena merasa tidak memiliki alasan subjektif. (abm/obs)