"Konsolidasi politik bulan Oktober itu semu. Konsolidasi politik Jokowi selama dua tahun step back," kata Ari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi juga bertemu dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan.
Ari menengarai, buruknya konsolidasi politik Presiden Joko Widodo karena tidak mendapat dukungan penuh dari PDIP sebagai partai pengusung.
Ia mencontohkan kurang eratnya hubungan Jokowi dengan PDIP terlihat saat hendak mengganti Kapolri Jenderal Sutarman dengan Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
Rencananya itu berujung kegagalan. Posisi Kapolri akhirnya diberikan pada Jenderal Badrodin Haiti. "Itu jelas sekali terlihat Jokowi dan PDI P tidak akur," kata Ari.
Meski demikian, Ari berpendapat kemunduran konsolidasi politik juga telah memberikan dampak positif kepada Jokowi.
Presiden disebut jadi banyak belajar. Insting politiknya mulai teruji, hubungan dengan PDIP juga perlahan membaik. Jokowi bahkan berhasil meraih dukungan dari partai yang sebelumnya oposisi, yaitu Golkar. (wis/wis)