Setya Novanto dan Prabowo Serukan Perdamaian Jelang Aksi #212

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 01/12/2016 20:52 WIB
Setya Novanto dan Prabowo Serukan Perdamaian Jelang Aksi #212 Selain membahas isu-isu terkini, Setya Novanto dan Prabowo Subianto sepakat mendorong perdamaian dalam menghadapi aksi 2 Desember. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas situasi terkini, termasuk rencana Aksi Bela Islam Jilid III yang akan diselenggarakan di kawasan Monas, Jumat (2/12) besok.

"Tentu bagaimana suasana damai ini tercipta, terselenggara secara baik di dalam menghadapi tanggal 2 dan seterusnya," ujar Setya saat bertandang ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Menurut Setya, Prabowo memiliki peranan dalam menciptakan suasana damai. Terlebih, kata Setya, Prabowo telah dua kali menghadap Presiden Joko Widodo sebelum dan setelah aksi bela Islam Jilid II pada 4 November.


"Pak Prabowo punya pengalaman-pengalaman yang sangat strategis. Saya banyak minta saran agar suasana damai demi kepentingan negara," ucap Setya.

Dalam kunjungan silaturahmi itu Setya menyempatkan salat maghrib berjamaah bersama Prabowo.

Setya mengatakan dalam pertemuan itu dia meminta saran kepada Prabowo terkait poin-poin Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu), seperti ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) yang sedang dibahas parlemen.

"Saya sebagai Ketua DPR tentu minta masukan dan saran berkaitan UU Pemilu, karena Pak Prabowo tentu punya pengalaman-pengalaman strategis," kata Setya.

Sementara itu, Prabowo menjelaskan pertemuan keduanya merupakan bentuk silaturahmi antar-pimpinan partai politik. Ia mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan kunjungan dari sahabat lama.

Senada dengan Setya, Prabowo pun berharap aksi demo susulan 2 Desember yang terselenggara besok dapat berlangsung aman dan damai.

"Dan kami sependapat bahwa kami selalu menganjurkan kesejukan, kekeluargaan perdamaian," ujar Prabowo.

Prabowo juga turut mengomentari perkembangan kasus dugaan penistaan agama yang dialami Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

Ia meminta agar semua pihak memberi kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Jangan kita tidak beri kesempatan. Begitu semua maslah tertampung, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga rasa aman damai bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo. (gil)