Polri Sebut Empat Terduga Teroris Tangerang Berbaiat ISIS

Martahan Sohutoron, CNN Indonesia | Rabu, 21/12/2016 13:09 WIB
Polri Sebut Empat Terduga Teroris Tangerang Berbaiat ISIS Empat terduga teroris di Tangerang Selatan diduga berhubungan dengan kelompok teror Bekasi yang merancang peledakan bom panci di Istana Negara. (CNN Indonesia/Suriyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri menyebut empat terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12), berhubungan dengan kelompok teror Bekasi dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua jaringan yang berbaiat pada ISIS itu ditangkap dalam dua pekan terakhir.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, institusinya menemukan indikasi keterkaitan empat terduga teroris di Tangerang itu dengan Nur Solihin.

Nur Solihin merupakan terduga teroris yang ditangkap pada 10 Desember lalu. Nur ditangkap bersama dua rekannya, Agus Supriyadi dan Dian Yulia Novi di Bekasi.


"Ada dugaan jaringan Bekasi dan Tasikmalaya satu kelompok dengan Nur Solihin," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu siang.
Rikwanto berkata, kepolisian juga menduga kelompok-kelompok teror kecil itu sebagai bagian dari sel-sel kecil yang dibentuk anggota ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim.

Lebih dari itu, Rikwanto menyatakan bom yang dirakit kelompok Tangerang Selatan tidak sama dengan yang dimiliki jaringan Bekasi. Ia berkata, bom yang mereka temukan pagi tadi adalah bom bentuk tidak beraturan.

"Mereka tidak akan menggunakan bom panci, bom mereka ini hand made. Daya ledakanya masih kami dalami," katanya.
Saat berita ini diturunkan, kepolisian telah meledakkan bom tersebut. Berdasarkan pantuan, ledakan itu menimbulkan suara yang menggelegar dan mengagetkan masyarakat Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menyaksikan secara langsung peledakan itu.

Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, tiga terduga teroris berinisial O,I, dan H tewas dalam baku tembak dengan personel Densus 88. 

Sementara itu, satu terduga teroris lain yang berinisial A ditangkap.

(abm/yul)