"Penerbangan dari Mataram ke Bima belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir," ungkap Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembatalan ini akibat cuaca buruk yang terjadi di Bima dan Sumbawa," kata Ardita.
"Bagi penumpang yang batal berangkat oleh pihak maskapai ada yang di inapkan di hotel dan menerima pengembalian uang," terangnya.
Saat disinggung masa penundaan penerbangan tersebut, Ardita belum bisa memastikan. Hal itu, lanjut dia, tergantung dari perkembangan cuaca dan kondisi di daratan.
Selain terjadi pembatalan penerbangan, akibat cuaca buruk tersebut sejumlah keberangkatan dan kedatangan pesawat dari dan menuju LIA harus mengalami penundaan (delay).
"Keberangkatan ada lima yang tertunda dan kedatangan ada empat," tandasnya.
Tingginya intensitas hujan di Pulau Sumbawa menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir besar seperti yang melanda Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa. Akibat banjir bandang tersebut, ribuan rumah di kota Bima terendam banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Muhammad Rum di Mataram, Rabu, mengatakan banjir bandang yang melanda kota Bima itu terjadi sejak pukul 14.00 WITA sehingga menyebabkan seluruh kota Bima di kepung banjir.
Saat ini kata dia, pihak pemerintah daerah dengan dibantu TNI, Polri, dan sejumlah relawan lain masih berupaya melakukan evakuasi dan pengobatan bagi warga yang luka-luka akibat banjir tersebut. Bahkan, para tahanan yang mendekam di lembaga pemasyarakat kota Bima pun ikut dievakuasi.
Rum mengatakan ketinggian air saat ini mencapai 2 meter di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na'e.
Untuk membantu warga, pihaknya sementera ini telah menyiapkan sejumlah kebutuhan darurat seperti perahu evakuasi, tenda darurat, selimut, air bersih, makanan, obat-obatan, dan pakaian.
Selain kota Bima, lanjut Muhammad Rum, banjir bandang juga menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Bahkan dari laporan yang diterima BPBD NTB, 25 rumah rusak berat. Bahkan, di Desa Maria Utara 5 rumah hanyut 3 rusak. Sedangkan, di Desa Kambilo, masyarakat dievakuasi sebanyak 50 orang di Paruga To'i.
"Tidak hanya itu 1 unit jembatan provinsi juga putus," imbuhnya. (wis/obs)