Akibat Banjir Bandang, Penerbangan ke Bima Dibatalkan

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Kamis, 22/12/2016 07:21 WIB
Akibat Banjir Bandang, Penerbangan ke Bima Dibatalkan Ilustrasi penerbangan. (TISHA85/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah penerbangan menuju Bandara Sultan Salahudin di Bima, Nusa Tenggara Barat, terpaksa dibatalkan akibat banjir dan cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

"Penerbangan dari Mataram ke Bima belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir," ungkap Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (21/12).

Secara terpisah, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita membenarkan tentang pembatalan sejumlah penerbangan dari bandara yang berada di kawasan Praya tersebut ke Bima.


Begitu pun sebaliknya, sambung pria yang akrab dengan sapaan Ardita tersebut, penerbangan dari Bima menuju bandara internasional Lombok pun dibatalkan. Pembatalan tersebut juga berlaku untuk tujuan bandara Brang Biji, Sumbawa.

"Pembatalan ini akibat cuaca buruk yang terjadi di Bima dan Sumbawa," kata Ardita.

Bahkan, menurut Ardita, akibat cuaca buruk tersebut maskapai Garuda Indonesia (GA) 7024 tujuan Bima terpaksa kembali ke LIA akibat tidak bisa mendarat.

"Bagi penumpang yang batal berangkat oleh pihak maskapai ada yang di inapkan di hotel dan menerima pengembalian uang," terangnya.

Saat disinggung masa penundaan penerbangan tersebut, Ardita belum bisa memastikan. Hal itu, lanjut dia, tergantung dari perkembangan cuaca dan kondisi di daratan.

Selain terjadi pembatalan penerbangan, akibat cuaca buruk tersebut sejumlah keberangkatan dan kedatangan pesawat dari dan menuju LIA harus mengalami penundaan (delay).

"Keberangkatan ada lima yang tertunda dan kedatangan ada empat," tandasnya.

Tingginya intensitas hujan di Pulau Sumbawa menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir besar seperti yang melanda Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa. Akibat banjir bandang tersebut, ribuan rumah di kota Bima terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Muhammad Rum di Mataram, Rabu, mengatakan banjir bandang yang melanda kota Bima itu terjadi sejak pukul 14.00 WITA sehingga menyebabkan seluruh kota Bima di kepung banjir.

Saat ini kata dia, pihak pemerintah daerah dengan dibantu TNI, Polri, dan sejumlah relawan lain masih berupaya melakukan evakuasi dan pengobatan bagi warga yang luka-luka akibat banjir tersebut. Bahkan, para tahanan yang mendekam di lembaga pemasyarakat kota Bima pun ikut dievakuasi.

Rum mengatakan ketinggian air saat ini mencapai 2 meter di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na'e.

Untuk membantu warga, pihaknya sementera ini telah menyiapkan sejumlah kebutuhan darurat seperti perahu evakuasi, tenda darurat, selimut, air bersih, makanan, obat-obatan, dan pakaian.

Selain kota Bima, lanjut Muhammad Rum, banjir bandang juga menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Bahkan dari laporan yang diterima BPBD NTB, 25 rumah rusak berat. Bahkan, di Desa Maria Utara 5 rumah hanyut 3 rusak. Sedangkan, di Desa Kambilo, masyarakat dievakuasi sebanyak 50 orang di Paruga To'i.

"Tidak hanya itu 1 unit jembatan provinsi juga putus," imbuhnya. (wis/obs)